8 Permainan Anak yang Mendidik Beserta Manfaatnya bagi Anak

0
138

Anak Punya Hak untuk Bermain

Usia anak-anak merupakan masa di mana ia sedang senang-senangnya bermain. Bolehkan anak bermain dengan teman sebayanya karena bermain adalah hak anak.  Anda bisa memanfaatkannya dengan mengenalkan beragam jenis permainan anak yang mendidik. Disamping membuatnya merasa terhibur, si kecil juga bisa mendapatkan pelajaran yang baik untuk tumbuh kembangnya.

Memang tidak ada salahnya jika anak bermain gadget, tapi alangkah baiknya untuk dibatasi. Karena berlebihan bermain gadget juga tidak baik untuk dirinya, apalagi jika sampai kecanduan dan muncul kebiasaan buruk suka marah kalau gadget-nya diminta.

Memberikan permainan anak yang mendidik tentu bisa menjadi salah satu solusi untuk mengalihkan perhatian si kecil dari gadget. Jika Anda ingin menggali informasi tentang permainan edukatif, langsung saja simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Ragam Permainan Anak yang Mendidik

Ada banyak sekali permainan yang bisa si kecil mainkan. Tapi, tak semua permainan memiliki unsur edukatif yang baik untuk tumbuh kembangnya.

Jika Anda sedang mencarikan jenis permainan yang sarat edukasi dan bermanfaat baik bagi tumbuh kembang buah hati, Anda bisa menyimak informasi tentang ragam permainan anak yang mendidik di bawah ini.

Walaupun anak Anda sudah familier dengan permainan modern, tak ada salahnya untuk mengenalkan jenis permainan tradisional kepadanya. Karena tak sedikit permainan tradisional yang juga sarat edukasi.

Penasaran apa saja permainan tradisional tersebut? Mari simak rangkumannya berikut.

1. Congklak

Congklak atau yang juga akrab disebut dengan istilah dakon ini merupakan salah satu permainan anak yang mendidik. Kenapa begitu? Permainan ini akan membuat si anak berpikir strategi agar ia bisa memenangkan pertandingan.

Permainan ini merupakan sebuah pertandingan satu lawan satu. Pada papan congklak terdapat sebanyak 16 lubang dan 14 lubang di antaranya terletak saling berhadapan. Sedangkan dua lubang lainnya bentuknya sedikit lebih besar dan terletak di masing-masing ujung papan.

Untuk permulaan, masing-masing lubang yang berukuran kecil diisi dengan tujuh buah biji. Salah satu pemain akan memulai pertandingan dengan mengambil tujuh biji dari salah satu barisan lubang miliknya dan membagikan satu biji di setiap lubang secara berurutan.

Hal tersebut dilakukan secara terus menerus hingga bijinya habis, kalau kebetulan habisnya di lubang milik sendiri yang kosong, pemain tersebut berhak mengambil biji di lubang depannya milik lawan dan diletakkan di lubang besar miliknya. Kalau berhentinya di lubang lawan yang kosong, maka pemain itu tak mendapatkan apa-apa.

Setelah itu, pemain lain mendapat giliran untuk bermain dengan cara yang sama. Permainan ini dianggap selesai kalau sudah tidak ada lagi biji di lubang-lubang kecil dan pemenangnya ditentukan jika biji yang berada di lubang besar terdapat biji yang paling banyak.

2. Gobak Sodor

Permainan anak yang mendidik kedua yang bisa Anda perkenalkan kepada buah hati adalah gobak sodor yang juga sering dikenal dengan nama galah asin atau galasin. Aktivitas seru ini bisa dilakukan si kecil bersama teman-temannya.

Untuk bermain gobak sodor membutuhkan dua kelompok, di mana masing-masing kelompoknya terdiri dari tiga sampai lima anak. Anda bisa menggambar garis berbentuk segiempat sebanyak enam bagian, dengan susunan lebar dua kotak dan panjang tiga kotak.

Dua kelompok tersebut akan menjadi kelompok penjaga dan penyerang. Tugas kelompok penjaga adalah menjaga garis agar tidak dilewati oleh kelompok penyerang. Kelompok penyerang harus mampu melewati garis menuju ke baris kotak akhir dan kembali ke baris kotak depan dengan hadangan kelompok penjaga.

Jika seluruh anggota dari kelompok penyerang berhasil lolos melewati garis dan kembali ke baris kotak depan, maka kelompok tersebut yang memenangkan pertandingan ini.

3. Lompat Tali

Lompat tali merupakan salah satu permainan yang sering dianggap sebagai permainan anak-anak perempuan. Anda pun bisa mengenalkan aktivitas seru ini kepada putri kecil Anda. Lewat permainan ini, si kecil akan banyak melatih kelincahan fisik mereka dengan banyak melompat.

Konsep dari lompat tali hampir sama dengan olahraga lompat tinggi. Hanya saja media yang digunakan sedikit berbeda, yaitu menggunakan gelang karet yang sudah dirangkai sedemikian rupa hingga berbentuk memanjang layaknya sebuah tali.

Permainan ini bisa dimainkan oleh tiga orang, dua orang memegang ujung tali dan memutarkannya, serta satu orang lainnya melompati tali tersebut. Lompat tali sebenarnya tidak hanya bisa dimainkan tiga orang, bisa juga lebih.

Mereka akan saling bergantian untuk memegang talinya dan melompat. Hal ini akan melatih kesabaran si kecil untuk mendapatkan giliran. Selain itu, si kecil juga akan melatih konsentrasinya agar bisa melompati tali dengan lancar.

4. Ular Naga

Ular naga merupakan pemainan anak kecil yang bisa dimainkan tanpa menggunakan alat bantu apapun. Hal yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah anggota yang banyak.

Semakin banyak jumlah anak yang ikut bermain, semakin panjang pula barisan yang disebut sebagai ular naga. Dengan begitu, bermain ular naga pun akan bertambah seru dan menyenangkan.

Cara bermainnya cukup sederhana, dua anak akan berdiri berhadap-hadapan dengan menggandengkan tangan mereka ke atas sebagai pintu gerbang bagi anak ular naga untuk lewat. Saat mereka lewat, mereka akan menyanyikan lagu ular naga, dan ketika lagu berakhir maka akan ada satu anak yang kebetulan berada di dalam gerbang akan terperangkap.

Anak yang terperangkap tersebut kemudian harus memilih akan berpihak kepada siapa di antara dua anak yang berperan sebagai pintu gerbang. Kemudian ia akan berdiri di belakang anak yang ia pilih. Begitu seterusnya sampai anak ular naga habis. Salah satu permainan anak yang mendidik ini akan mengajarkan anak-anak untuk bijak dalam memilih sebuah pilihan.

5. Engklek

Engklek adalah salah satu contoh permainan yang mendidik untuk anak SD. Kalau Anda tidak familier dengan istilah engklek, mungkin Anda lebih akrab dengan sebutan pandah, ingkling, dengklek, dan lain sebagainya. Memang istilah permainan anak yang mendidik satu ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah.

Meskipun begitu, cara mainnya tidaklah berbeda. Pertama-tama, buatlah kotak-kotak di tanah yang terdiri dari tiga kotak ke atas, kemudian dua kotak menyamping, di atasnya gambar lagi satu kotak, dilanjutkan lagi dengan dua kotak menyamping, dan terakhir buatlah gambar setengah lingkaran.

Anak-anak harus melompati kotak-kotak tersebut dengan satu kaki saja, namun bisa meletakkan dua kaki di tanah jika berada di dalam dua kotak yang menyamping. Biasanya mereka akan menggunakan sebuah lempengan batu atau dari pecahan genteng sebagai tanda atas kepemilikan kotak.

Lempengan ini harus dilemparkan sesuai urutan kotak. Namun, jika ada lempengan di dalam kotak, maka anak yang mendapat giliran main tidak boleh menginjakkan kakinya di kotak tersebut.

Permainan anak yang mendidik ini akan melatih kekuatan dan kelincahan fisik mereka dalam melompat dengan satu kaki. Si kecil juga harus konsentrasi agar bisa melemparkan lempengan ke kotak yang tepat dan tidak meleset. Jika anak yang ikut permainan ini ada banyak, mereka harus bisa sabar untuk mendapatkan giliran main.

6. Cublak Cublak Suweng

Kalau Anda besar di tanah Jawa, pasti tidak asing dengan salah satu permainan anak yang mendidik ini. Cublak cublak suweng bisa dimainkan oleh lima anak atau lebih.

Sebelumnya, mereka harus melakukan hompimpah atau gambreng terlebih dulu untuk menentukan siapa yang akan jadi Pak Empo. Pak Empo akan berbaring di tengah sedangkan anak-anak lainnya akan duduk melingkarinya.

Anak-anak yang duduk melingkar tersebut akan memegang sebuah biji atau kerikil yang dipindah dari satu tangan anak ke tangan anak lainnya sambil menyanyikan lagu Cublak Cublak Suweng. Liriknya sendiri berbunyi begini, “Cublak cublak suweng, suwenge ting gelenter, mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik, sapa mau sing delekke. Sir sir pong dele gosong, sir sir pong dele gosong.”

Pada saat lagu sampai di lirik “Sapa mau sing delekke,” serahkan biji atau kerikil ke genggaman salah satu anak untuk disembunyikan. Kemudiaan ketika lagu berakhir, Pak Empo harus bangun dan menebak di tangan siapa biji atau kerikil itu berada.

Hal ini akan sangat susah mengingat semua anak akan berpura-pura mengenggamnya. Kalau Pak Empo berhasil menebakanya dengan benar, maka anak yang memegang biji atau kerikil tersebut akan bergantian menjadi Pak Empo. Namun, kalau Pak Empo gagal menebak, ia harus kembali berbaring dan mengulangi permainan lagi sampai bisa berhasil menebak dengan benar.

Manfaat dari kegiatan edukatif ini adalah agar si kecil mampu mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan, melatih motorik halus, belajar mengikuti peraturan yang ada, belajar kerja sama, belajar menyimpan rahasia, dan berusaha berpikir agar bisa menebak dengan benar.

7. Bentik

Meskipun ada sebagian yang menganggap bentik sebagai permainan anak laki-laki, namun tak ada salahnya kalau anak perempuan juga ikut memainkannya. Karena permainan ini tidak dikhususkan bagi satu gender saja.

Bentik yang juga dikenal dengan istilah gatrik ini membutuhkan dua batang bambu dengan panjang masing-masing sekitar 30 cm dan 15 cm dan dimainkan di sebuah lahan yang luas. Bentik ini dimainkan oleh dua kelompok, di mana masing-masing kelompok terdiri dari tiga atau empat orang.

Setiap kelompok memiliki tugas, satu kelompok bertugas melemparkan batang bambu dengan cara batang bambu yang panjang digunakan untuk memukul atau melempat batang bambu pendek yang diletakkan di sebuah alas, biasanya dari batu bata. Kemudian kelompok lawannya menangkap bambu tersebut.

Kalau kelompok lawan berhasil menangkap bambu tersebut, maka keduanya harus bertukar peran dan akan mendapatkan poin. Namun, jika tidak berhasil tertangkap, kelompok yang satunya yang akan mendapat poin, semakin jauh tongkat terlempar, semakin banyak pula poin yang didapatkan. Pemenang ditentukan dari kelompok mana yang memiliki poin paling banyak.

Lewat permainan ini, anak-anak bisa belajar untuk patuh terhadap peraturan yang ada. Mereka akan belajar untuk menerima kemenangan tim lawan tanpa iri hati. Pemenangnya pun tidak akan menyombongkan diri dan menindas kelompok yang kalah. Setelah permainan selesai, mereka bisa kembali menjadi kawan, bukan lawan.

8. Petak Umpet

Siapa yang tak kenal permainan anak-anak legendaris satu ini? Sepertinya di setiap daerah ada permainan tersebut, hanya saja mungkin istilah yang dipakainya berbeda-beda.

Petak umpet bisa dimainkan tiga orang atau lebih, di mana satu orang bertugas untuk berjaga dan yang lainnya harus bersembunyi. Sewaktu yang berjaga berhitung sesuai jumlah yang disepakati, yang lain akan bersembunyi. Jika sudah, yang berjaga harus mencari teman-temannya.

Bagi anak-anak yang tertangkap telah bersembunyi di mana, maka mereka harus melakukan undian, biasanya dengan cara hompimpah, dan yang kalah harus bergantian jaga.

Dalam permainan seru ini, anak-anak harus bergerak aktif untuk berusaha menemukan tempat persembunyian yang akan sulit ditemukan. Dan yang berjaga pun harus berpikir keras, kira-kira teman-temannya bersembunyi di mana agar bisa menangkapnya.*

Sumber: Posbunda.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here