Anak Kandung Ditelantarkan, Anak Tiri Dijadikan Simpanan

0
518
ilustrasi perselingkuhan

Nasib Bersuamikan Bule Tua

Aku tidak habis pikir kenapa orang di media sosial menghujatku soal nasibku bersuamikan bule. Alih-alih bersimpati atas deritaku dan anakku yang ditelantarkan oleh suami, malah menyalahkanku bersuami bule atau orang asing. Padahal   jodoh ditentukan Tuhan. Yang namanya jodoh, bertemu kemudian cocok dan menikah. Aku tidak menyangka akhir dari rumah tangga kami berakhir di pengadilan agama alias bercerai dan terancam kehilangan rumah pasca perceraian.

Suamiku, sebut saja John, 64 tahun,  diam-diam mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama Batam. Tidak ada satupun surat dari pengadilan agama sampai ke tanganku. Surat terakhir dan satu-satunya adalah saat jadwal ikrar talak oleh suami di depan hakim. Artinya putusan cerai sudah diambil oleh hakim. Jelas aku sangat dirugikan. Aku tidak dapat membela dan memperjuangkan hak-hakku sebagai istri. Akhirnya hak-hak mantan istri berupa harta  iddah, mut’ah dan lainnya tidak didapatkan sama sekali.

Ini tidak adil. Aku merasa sangat dizholimi oleh suami yang kini sudah menjadi mantan suami. Aku tidak habis pikir bagaimana ini bisa terjadi. Surat panggilan ikrar talak tersebut disampaikan oleh anakku yang paling besar, sebut saja vera yang kini berusia 23 tahun. Setelahku  pikir-pikir mungkin ini akibat persengkongkolan dan hubungan gelap antara anak gadisku itu dengan ayah tirinya tersebut. Anakku tersebut sengaja menyembunyikan beberapa kali surat panggilan dari pengadilan agama.

Sejak setahun belakangan ini aku melihat gelagat yang mencurigakan antara Vera dengan Mr John. Hubungan meraka sangat dekat dan intim seperti menjalin hubungan khusus. Ternyataan dugaanku tersebut benar, sejak kami bercerai dengan John, Vera ikut pindah dari rumah. Kabar terakhir yang didapat, bahwa John dan Vera tinggal di salah satu apartemen di kawasan Nagoya, Batam.

BAJA JUGA :   Aku Jadi Korban Kekerasan Fisik dan Seksual Ayah Tiri

Aku tidak habir  pikir, kenapa anakku yang masih berusia muda dan cantik, tertarik dengan bapak tirinya yang sudah renta. Perbandingan usia mereka  3 kali lipat . Vera berani mengkhianati, melawan dan meninggalkan keluarga kandungnya.   Aku juga mengkhawatirkan adik Vera atau anakku yang kedua  yang ikut-ikutan terpengaruh oleh kakaknya.

Oh ya..dari pernikahan pertama atau sebelum menikah dengan John, aku memiliki dua anak perempuan, yaitu Vera dan adiknya. Tidak saja Vera yang ikut kabur bersama John, adik perempuan yang berusia  21 tahun juga dibawa serta.  Ia ikut dipengaruhi Vera sehingga berani  ikut serta meninggalkanku. Kini mereka tinggal di apartemen bertiga, John dengan dua anak gadisku. Sementara aku tinggal bersama anakku yang paling kecil, sebut saja Alex, 5 tahun.

Uang dan perhatian John kepada vera telah membutakan hatinya sehingga berani mengkhianati ibunya sendiri.  Merebut suamiku yang merupakan bapak tirinya. Bahkan dulu, waktu masih serumah,  Vera berani melawanku dengan kata-kanya dan  fisiknya. Pernah Vera menyerangku saat aku menegurnya setelah kesalahan. Aku tepuk ringan pundaknya, namun ia menjambak rambutku sehingga kami ibu-anak saling jambak-jambakan.

Aku melaporkan kejadian tersebut ke polisi untuk memberikan pelajaran kepada Vera. Namun polisi tidak menerima laporan tersebut karena sama-sama melakukan kekerasan. Aku jadi binggung dengan apa aku mau menasehati atau memberi pelajaran kepada anakku yang durhaka tersebut.

BAJA JUGA :   KPPAD Lingga dan Kemenag Jalin MoU Pendidikan Pranikah

Aku juga tidak habis pikir dengan John, ia berselingkuh dengan anakku yang merupakan anak tirinya.  Ia memanjakan vera dengan uang, membelikan mobil dan menyewakan apartemen. Sementara anak kandungnya sendiri tidak diberi nafkah atau ditelantarkan. Sementara aku sendiri tidak bekerja, selama ini menjadi ibu rumah tangga.

Deritaku tidak saja aku dan anakku satu-satunya berusia 5 tahun hasil dari dari hubungan pernikahan kami. Ia ditelantarkan bapaknya yang berwarga negara Autralia. Tidak dinafkahi sejak beberapa bulan lalu. Terakhir beberapa hari lalu, hanya memberikan susu dan uang senilai Rp250 ribu.

Belum hilang rasa sakit di hati diceraikan sepihak oleh John, aku dikagetkan dengan ancaman pihak bank yang akan menyita rumah  yang aku tinggali selama ini.  Pihak bank sudah mencop stempel rumahku tanda sudah menunggak selama 3 bulan. Bila bulan depan tidak dibayarkan maka akan dilelang.   Selama ini tidak ada masalah dengan pembayarannya tiap bulan karena selalu dibayarkan John tepat waktu. Setelah berselingkuh dengan anakku, ia tidak lagi menafkahiku dan anaknya serta melalaikan kewajibannya yang lain.

Hartaku satu-satunya saat ini adalah anakku yang paling bungsu, Alex.  Aku khawatir ia suatu saat juga diambil dan dibawa kabur oleh John. Aku sangat khawatir bila suatu saat, Alex dibawa kabur keluar negeri atau ke negara asalnya John Australia.

BAJA JUGA :   KPPAD Kepri Harap Hakim Vonis Berat Pelaku Pencabulan

Kekhawatitran aku tersebut bukan tanpa dasar. Pernah waktu berumah tangga, aku disuruh berkonsultasi atau berobat ke psikiater. Waktu itu aku tidak tahu apa dasar ia menyuruhku ke psikiater karena menurutku aku sehat-sehat saja secara psikis maupun psikologis. Tidak ada masalah dengan emosional dan mentalku. Setelah bertanya kepada beberapa teman-teman yang juga istri bule baru aku sadari bahwa ada maksud lain dari suruhan ke psikiater tersebut.

Kuat dugaanku dan ini menjadi beberapa modus lelaki atau suami bule yang ingin mendapatkan hak asuh.  Di pengadilan, dengan bukti berobat atau berkonsultasi dengan dokter psikiater tersebut   dijadikan dasar untuk mengambil hak asuh anak di pengadilan. Bila dapat hak asuh maka pengasuhan anak dikuasai pihak mantan suami dan ia bisa bebas membawa ke luar  negeri tanpa ada jaminan anak bisa kembali. Kalau alasan lain, sangat sulit bagi warga negara asing untuk mendapatkan hak asuh karena posisi warna negara Indonesia terutama pihak ibu lebih kuat secara hukum mendapatkan hak asuh.

Setelah semua terjadi dalam keluargak, kini aku hanya bisa berharap kepada Tuhan agar satu persatu cobaan ini bisa kulewati dengan baik. Aku akan segera mengurus hak asuh anak di pengadilan agama agar hak asuh Alex jatuh pada pengasuhanku. Aku berharap kedua putriku, Vera dan adiknya pulang ke rumah meninggalkan lelaki bule tua tersebut.*

Seperti ceritakan Mom Yi kepada Erry Syahrial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here