Camat Jemaja Bertekad Penjarakan Pelaku Trafiking dengan Hukuman Maksimal

0
153
Warga Jemaja antusias melaporkan kasus trafiking anak ini ke Polsek setempat

Jadi Perhatian Pusat dan Provinsi Kepri

JEMAJA-Camat Jemaja Kabupaten Anambas Abdullah Sani begitu geram dengan kasus trafiking dan eksploitasi seksual anak yang terjadi di wilayah kerjanya. Ia bersama Kepala KUA Jemaja, sejumlah tokoh masyarakat Jemaja  dan dukungan warga di daerahnya termasuk emak-emak bertekad akan membawa pelaku kejahatan terhadap anak tersebut ke penjara dengan hukuman maksimal.

Kini kedua pelaku trafiking dan eksploitasi seksua pada anak tersebut yaitu pemilik dan pengelola tempat hiburan dan warung remang-remang tersebut sudah diamankan Polsek Jemaja. ”Dua pelaku  sudah diamankan di Polsek Jemaja,”’ ungkap Abdullah kepada lindungianak.com.

Penggerebekan yang dilakukan warga masyarakat terhadap sebuah tempat hiburan warung remang-remang di Jemaja Kabupaten Anambas berhasil mengungkap kasus dugaan trafiking dan eksploitasi seksual terhadap seorang remaja berusia 17 tahun. Korban mengaku ditipu dan dipaksa melayani tamu di sebuah tempat hiburan di Jemaja, Kabupaten Anambas.

Dijelaskan Abdullah Sani, jumlah korban trafiking dan eksploitasi seksual yang berhasil diamankan dan dilindungi saat ini satu orang dan masih berusia anak.  Ia sebagai saksi yang harus dilindungi untuk mengungkap  kasus tersebut. Sementara korban ataupun pekerja lainnya ada yang sudah dipulangkan ke daerah asalnya sekitar Jumat pekan lalu. Beberapa diantaranya asal Cianjur.

‘’Kebanyakan PSK dewasa yang bekerja di warung remang-remang yang ada di Jemaja. Saya tenggarai masih ada korban lain yang kabur tapi masih di ada di Jemaja. Ada yang kabur ke hutan saat penggerekan warga,’’ kata Sani.

Sani berharap Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak Kabupaten Anambas bisa melakukan pendampingan terhadap korban.

Kasus trafiking dan eksploitasi seksual di Jemaja ini mendapat perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPPAD Kepri, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri, dan  DP3AP2KB Provinsi Jawa Barat.

‘’Kita sudah koordinasi dengan DP3AP2KB Jawa Barat untuk pemulangan korban nantinya ketika korban selesai di-BAP,’’ ujar Misni, Kepala DP3AP2KB Provinsi Kepri kepada lindungianak.com.

Kasus ini juga mendapat perhatian warga asal Cianjur yang ada di Kepri. Beberapa warga Batam  asal Cianjur menanyakan perihal kasus tersebut ke KPPAD Kepri dan mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here