Pasca Kenal di Medsos, Siswi SMP Dicabuli di Hutan

0
159
Pelaku pakai sebo saat diamankan di Mapolres Brebes

BREBES –  Aksi cabul di wilayah Kabupaten Brebes terjadi. Setelah terungkap kasus pencabulan pengasuh pondak pesantren terhadap santrinya awal januari lalu, kini seorang remaja sekolah SMP, F berusia 14 tahun, dicabuli oleh pemuda yang baru dikenalnya dari media sosial facebook.

Pelaku bernama, M. Koidnudin, 24 tahun, warga RT 01 RW 05, Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes. Dia terpaksa berusuran dengan pihak berwajib lantaran melakukan tindak pencabulan terhadap anak yang masih di bawah umur dan duduk di bangku sekolah SMP.

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui KBO Sat Reskrim Polres Brebes Iptu Triyatno mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu 20 Januari 2019 lalu. Saat itu, pelaku dan korban janjian untuk bertemu setelah berkenalan di media sosial facebook.

“Sekitar habis magrib, merek berdua janjian untuk bertemu dan jalan-jalan bareng,” ucap Triyatno, Selasa, 29 Januari 2019.

Saat bertemu dengan korban, kata dia, pelaku menggunakan kendaraan roda dua bereboncengan dengan temannya. Begitu juga korban, yang membawa sepeda motor dengan temannya. Saat bertemu, keduanya lantas bertukar posisi dan sepeda motor. Di saat itulah, korban dan pelaku bereboncengan menggunakan motor pelaku.

“Setelah berjalan-jalan, korban dan pelaku memutuskan untuk pulang. Namun, di tengah jalan pelaku dan korban berpisah dengan kawan lainnya yang menggunakan sepeda motor korban,” jelasnya.

Di saat itulah, korban diajak berhenti oleh pelaku di sebuah lapangan di hutan untuk berfoto-foto. Korban lalu dirayu oleh pelaku untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Korban sempat diancam akan dibunuh jika tidak mau melayani hawa nafsu pelaku. Sehingga, korban pasrah menurutinya,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, pelaku saat ini diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Brebes. Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan 2 dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002.

“Ancamannya pelaku dikenakan minimal lima kurungan penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Berkomunikasi Melalui Whatsapp

Sementara itu, pelaku mengaku kenal korban lewat medsos Facebook dan berlanjut berkomunikasi lewat applikasi Whatsapp. “Setelah berkomunikasi (lewat WA), saya mengajak ketemuan. Dan korban minta pulsa 20 ribu baru mau ketemuan,” aku M Khoidnudian.

Setelah ketemuan, dia juga mengakui kalau dirinya telah menyetubuhi korban di lapangan di tepi hutan yang ada di Kecamatan Bantarkawung. “Iya mas. Saya nyesel sudah melakukan hal itu kepada korban,” pungkasnya.*

Sumber: Panturapost.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here