Remaja Singapura Diperkosa di Toilet Cafe di Tanjungpinang

0
336
Ilustrasi perkosaan terhadap anak

TANJUNGPINANG – Kasus kekerasan seksual yang terjadi di kepri tidak saja dialami oleh anak dan remaja Kepri. Seorang remaja putri berusia 17 tahun asal Singapura menjadi korban perkosaan saat menikmati hiburan di Café Lumino Tanjungpinang.

Ia diperkosa oleh di dalam toilet oleh seorang pengunjung yang baru dijumpainya dan sama-sama berangkat ke kafe tersebut.  Ia diperkosa dalam keadaan mabuk. Pelaku berinisial J memapah korban ke toilet lalu memperkosanya.

Kejadian tersebut berlangsung Minggu 23 Desember 2018 lalu saat korban menikmati masa liburan sekolah di Tanjungpinang. Di Tanjungpinang, korban diajak sepupu perempuannya untuk pergi ke kafe Lumino Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun sebelum ke kafe, korban dan sepupunya menjumpai pelaku di rumahnya . Setelah terjadi pembicaraan, mereka berangkat ke Kafe Lumino.  Sampai di kafe terebut, pelaku memaksa korban untuk minum minuman keras sekitar pukul 01.00 WIB. Akibat minuman tersebut, korban mabuk dan sempoyongnya.

Saat korban hendak pergi ke toilet sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku menghampiri korban dan memapahnya masuk dalam toilet. Di dalam toilet tersebut kemudian diperkosa oleh pelaku J. Usai diperkosa J, saksi V yang merupakan sepupu korban mengantarkan korban pulang ke rumah.

Kasus perkosaan remaja Siangapura tersebut baru dilaporkan orangtua korban ke Polres Tanjungpinang, tanggal 25 Desember 2018. Usai dilaporkan, polisi langsung menangkap dan menahan J, meskipun ia tidak mengakui perbuatannya. Sementara sepupu korban yang diduga terlibat, masih DPO.

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Derah (KPPAD) Kepri sudah turun  menindaklanjuti kasus tersebut sehingga korban mendapatkan pendampingan dan perhatian stakeholder yang ada di Kepri.

‘’Korban mengalami trauma dan sudah mendapatkan pendampingan psikolog selama korban berada di Tanjungpinang. Setelah itu, korban balik ke Negara bersama orangtuanya,’’ ujar Titi Sulastri, Wakil Ketua KPPAD Kepri.

KPPAD Kepri juga sudah berkoordinasi dengan stakeholder lainnya. Termasuk berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial menyesalkan kejadian perkosaan yang dialami warga asing berusia anak tersebut.

‘’Kita melakukan advokasi supaya proses hukum tetap jalan, korban mendapatkan penanganan sebaik baik psikologis maupun proses hukumnya,’’ ujar Erry.

Sampai saat ini, kasus perkosaan ini masih ditangani Polres Tanjungpinang dan berkasnya sudah masuk ke Kajaksaan Negeri Tanjungpinang.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here