KPPAD Kalbar Dampingi Remaja Pelaku Pembunuhan

0
246
Para Komisioner KPPAD Provinsi Kalimantan Barat. Alik Rosyad (dua dari kiri)

Akibat Transaksi Hubungan Sejenis

BALI.COM, PONTIANAK – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat mendampingi AP (17 tahun), pelaku pembunuhan terhadap pedagang  keripik pisang bernama Haryanto (40) yang terjadi  di Kabupaten Mempawah, Kalbar. Hal tersebut mengingat pelaku masih di bawah umur.

Pelaku ditangkap Personel Jatanras Polda Kalbar, Selasa (29/01/2019) dini hari. Hingga, Selasa (29/01/2019) siang, tersangkan masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Mengingat tersangkan masih anak bawah umur, proses pemeriksaannya

Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad yang turut mendampingi tersangka, mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pendampingan perkara ini hingga tuntas. Pihaknya pun mengupayakan pengacara bagi tersangka, dikarenakan masih anak bawah umur dan dari keluarga sederhana.

“Karena keluarga tersangka ini tidak mampu membayar pengacara, maka nanti kami akan siapkan dari pemerintah,” kata Rosyad, Selasa (29/01/2019).

AP 17 tahun (mata dittutup) diduga pelaku pembunuhan pedagang kripik di Mempawah, Kalimantan Barat. Foto: Resmob Polda Kalbar

Alik mengungkapkan, motif dari tersangka menghabisi korban adalah dikarenakan sakit hati, kesal dan emosi. Awalnya korban menjanjikan uang sebesar Rp 500 ribu untuk melakulan hubungan seksual sesama jenis (menyimpang). Setelah hal tersebut dilakukan, ternyata korban tidak memberikan uang tersebut, dan lantas tidur.

BAJA JUGA :   Gara-gara Saling Ejek di Facebook, Pelajar Tewas Setelah Duel ala Gladiator

Alik mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal oleh pihak kepolisian, tersangka mengungkapkan dirinya dipanggil ke Mempawah dengan alasan membantu membuat keripik pisang. Namun setalah beberapa hari bekerja tersangka tak kunjung dibayar oleh korban.

“Mereka kenal memang sudah sejak lama, lalu beberapa hari ini tersangka ditawari korban via Facebook untuk membantu membuat kripik, karena pesanan menjelang Imlek cukup banyak. Tersangka sempat bekerja empat hari di sana, dengan upah Rp 15 ribu per kilo,” kata Alik.

Puncaknya, Minggu (27/1/2019) malam, korban mengajak tersangka berhubungan seksual menyimpang, dengan dijanjikan uang sebesar Rp 500 ribu. Setelah melampiaskan hasratnya, korban langsung tidur dan tidak memberikan uang yang dijanjikan.

“Selesai korban langsung mandi dan tidur, padahal, tersangka besoknya mau pulang ke Pontianak. Malam itu kata dia, ditunggunyalah si korban, mau bangunkan takut. Mau ditinggalkan, duitnya belum dikasih,” katanya.

BAJA JUGA :   Pemerintah Siapkan Opsi Kelanjutan Pendidikan 14 ADHA

Karena kesal dan emosi, tersangka megambil cangkul yang kebetulan ada di lokasi, lalu masuk ke kamar korban dan menghamtamkan bagian bonggol (bagian belakang mata cangkul, red) cangkul ke bagian wajah korban hingga korban meninggal dunia.

“Sekitar jam 1 itu muncullah niatan menghabisi korban. Tapi tersangka saat itu juga bimbang, dia berkali-kali keluar-masuk rumah, jadi bimbang dia, dan sekitar pukul 1 lewat itu dia nekat menghabisi korban,” kata Alik.

Setelah menghabisi korban itu, tersangka pun lantas mengambil sejumlah barang milik korban dan kabur diri ke Pontianak.

Periksa 4 Saksi

Kasubid III Ditreskrimum Polda Kalbar, AKBP Fauzan Sukmawansyah mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara terkait kasus pembunuhan Haryanto ‎(43) pengusaha keripik pisang di Jalan Gusti Asmaun Dusun Pinang RT 11 RW 04 Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir, Senin (28/1/2019).

Diduga korban dianiaya menggunakan cangkul. Perbuatan tersangka itu diketahui lewat penyelidikan yang dilakukan Polsek Mempawah Hilir.Dimana korban Haryanto diduga kuat meninggal dunia akibat mengalami cedera pada kepala bagian kanan yang diduga akibat hantaman benda tajam.

BAJA JUGA :   Waspadai Munculnya Predator Saat Anak Bermain

Selain itu di lokasi kejadian, polisi mengamankan baju dan seprai milik korban yang berlumuran darah. Serta cangkul yang juga terdapat bercak darah kering di dalam garasi rumah korban. Sekitar empat orang warga setempat yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian ‎sebagai saksi.

Dan juga pihak kepolisian memperoleh informasi dimana sebelum kejadian pembunuhan, korban sempat menerima tamu dan menginap. Dimana ada tiga orang tamu.
Tiga orang tamu menginap ternyata terduga pelaku pembunuhan yakni AP asal Pontianak. Selain itu yakni dua orang remaja warga Sui Kunyit namun pada malam sebelum ditemukan korban Haryanto tak bernyawa itu.

Namun dua orang remaja asal Sui Kunyit tersebut sekitar pukul 21.00 WIB pulang. Hanya AP yang menginap di rumah korban. Namun saat korban ditemukan tak bernyawa, AP menghilang bersama sepeda motor korban Aerox yang masih baru.*

Sumber: tribun.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here