Siswi SMP Dicabuli hingga Hamil 4 Bulan, Pelaku Kabur

0
410
Komisioner KPAD Kab Bekasi, Muh Rojak saat mengunjungi korban dan keluarganya. Foto: KPAD Kab Bekasi

KPAD dan P2TP2A  Kab Bekasi  Dampingi Korban

BEKASI – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi bersama Pusat Pelayanan terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bekasi mendampingi dan melakukan advokasi kasus pencabulan terhadap anak, sebut saja Delima, 15 tahun, hingga korban hamil 4 bulan saat ini. Sementara pelaku, YY 35 tahun, kabur setelah kasusnya diketahui keluarga korban.

Korban delima telah mengalami  pencabulan bekali-kali oleh pelaku YY di rumah kontrakan pelaku. Sekali-kali korban dibawa ke losmen.  Korban berstatus masih pelajar di salah satu sekolah SMP di Kabupaten Bekasi. Korban tinggal bersama ayah dan kedua kakaknya. Sementara  ibunya  sudah meninggal.

Lantaran hamil, korban kurang lebih 3 minggu tidak masuk sekolah lagi. ‘’Soal kehamilan korban sudah diperiksa di Klinik Mulia Medika Karang Satria Kecamatan Tambun Utara.  Hasilnya korban positif hamil sudah 4 bulan,’’ ujar Rojak, Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi kepada lindungianak.com.

BAJA JUGA :   Pemerintah Siapkan Opsi Kelanjutan Pendidikan 14 ADHA

Dijelaskan Rojak, terungkapnya kasus pencabulan ini atas laporan orangtua korban berinisial Ra, 58 tahun, yang melapor ke Kasi PMD   Kecamatan Tambun Selatan.  Atas laporan kasus pencabulan terhadap anak di daerahnya tersebut, KPAD dan P2TP2A Kabupaten Bekasi  sudah mendatangi keluarga korban untuk melakukan asesmen, pendampingan dan advokasi terhadap korban dan keluarganya pada 17 Januari 2019 lalu.

Dalam menangani kasus kekerasan kepada anak, KPAD Bekasi selalu berkoordinasi dengan anggota Bimaspol yang ada di lapangan. Terkait kasus cabul hingga korban hamil ini, KPAD Kabupaten Bekasi berkoordinasi dengan Bimaspol Mangunjaya dan Bimaspol Mekarsari.

BAJA JUGA :   Cabuli Anak Nasabahnya, Debt Collector Koperasi di Tanjungucang Masuk Bui

Atas koordinasi tersebut, dengan Bimaspol Mangunjaya dan Bimaspol Mekarsari mendatangi rumah pelaku. Namun pelaku sudah keburu kabur. Petugas hanya mendapatkan rumah kontrakan pelaku dalam keadaan terkunci beberapa hari.  Selain tidak ditemukan pelaku, keluarga pelaku juga menghilang.

Keluarga korban akhirnya melaporkan kasus pencabulan tersebut ke  Polres Metro Kabupaten Bekasi  dengan nomor laporan  LP/86/64-SPKT/K/I/2019/Restro Bekasi. KPAD Bekasi dan P2Tp2A Kabupaten bekasi turut mendampingi  korban saat dilakukan visum di RS Annisa Lemah Abang Cikarang Utara tangal 25 Januari 2019 lalu.

‘’Identitas pelaku semua sudah kantongi dan serahkan ke polisi. Semoga proses hukum cepat berjalan, dan pelaku segera ditangkap,’’ harap Rojak.

Selanjutnya KPAD Bekasi akan melakukan pengawasan proses hukum yang berjalan termasuk pengawasan pemenuhan hak-hak korban meliputi hak pendidikan karena masih membutuhkan pendidikan, hak kesehatan korban dan janinnya, dan kesiapan korban menghadapi proses hukum.

BAJA JUGA :   14 Siswa SD di Solo Idap HIV/AIDS Tak Bisa Sekolah karena Ditolak Orangtua Siswa Lainnya

“Untuk saat ini anak kegiatan belajarnya dilakukan di tempat tinggalnya. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah agar anak korban ini tidak dikeluarkan dari sekolahnya sampai selesai waktunya anak korban ini melahirkan anaknya,’’ ujar Rojak.

KPAD Kabupaten Bekasi  juga mendorong korban dan keluarga untuk kami bantu daftarkan sebagai peserta BPJS dan mendapat bantuan program Bekasi Cerdas di Baznas.  ‘’Ini kami lakukan mengingat korban dari keluarga kurang mampu, ayahnya sehari-hari bekerja sebagi tukang ojek di dekat pasar Tambun,” papar Rojak.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here