Apa Kriteria Anak Dikatakan Telah Ditelantarkan Orangtuanya?

0
255
Salah satu potret anak terlantar yang hidup di jalanan. Orangtuanya disebut sudah melakukan penelantaran.

Pertanyaan:

Saya sering dengar penelantaran anak dan pelaku penelantaran anak bisa dihukum penjara. Kondisi seperti apa yang bisa disebut orangtua telah melakukan penelantaran anak. Apa bedanya dengan anak terlantar?

Ani, 35 tahun, warga   Batam

Jawab:

Saya jelaskan dulu pengertian penelantaran anak. Penelantaran anak  adalah praktik melepaskan tanggung jawab oleh orangtua atau pihak yang bertanggung jawab atas anak yang disebabkan oleh beberapa faktor  seperti faktor ekonomi, sosial atau lainnya.

Sementara anak terlantar adalah anak yang karena sesuatu sebab orang tuanya tidak dapat menjalankan kewajibannya sehingga kebutuhan anak tidak dapat terpenuhi dengan wajar, baik secara rohani, jasmani, maupun sosial. Penelantaran adalah perbuatannya, sedangkan korbannya disebut anak terlantar.

Seorang anak yang ditinggalkan atau dibuang oleh orangtuanya disebut dengan anak telantar atau anak buangan. Sedangkan penelantaran bayi mengacu pada orangtua (biasanya ibu) yang meninggalkan atau membuang bayinya yang berusia kurang dari 12 bulan dengan sengaja di tempat umum ataupun tempat tersembunyi dengan maksud untuk membuangnya.

Menelantarkan anak tidak sekadar tidak memberi nafkah kepada anak? Ternyata cakupannya sangat luas. Banyak kriteria orangtua disebut telah menelantarkan anak. Tergantung usia dan perkembangan anak.

Untuk penelantaran Balita, kriteria sebagai berikut:
1. Tidak dipelihara, ditinggalkan oleh orangtuanya pada orang lain, di tempat umum, rumah sakit, dan sebagainya.
2. Tidak pernah atau tidak cukup memberi ASI dan/atau susu tambahan/pengganti
3. Memberi makanan pokok yang tidak mencukupi
4. Menitipkan atau meninggalkan anak sendirian sehingga menimbulkan ketelantaran.
5. Apabila sakit tidak mempunyai akses kesehatan
6. Mengalami eksploitasi

Sementara untuk anak (di atas usia balita) yang ditelantarkan, kriterianya lebih banyak lagi. Salah satunya yang harus Anda ketahui adalah tidak terpenuhi hak-hak dasar anak, seperti hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak memberikan perlindungan yang layak dan sebagainya.
Orangtua atau siapapun yang melakukannya penelantaran anak bisa dijerat dengan pasal penelantaran anak yang ada dalam UU Perlindungan Anak.*

Erry Syahrial, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here