Dasar Ibu Kandung – Ayah Tiri Bejat, Paksa Anak Threesome hingga Trauma

0
400
Kedua pelaku berpakaian baju orange saat diamankan di Mapolres Jakarta Selatan

JAKARTA – Seorang gadis remaja di Jakarta Selatan, Bunga (15) diperkosa oleh ayah tiri, Rahmat (43) di depan ibu kandungnya, Mi (39). Bahkan, dengan perasaan tak bersalah, Rahmat yang merupakan ayah tiri korban melakukan hubungan intim dengan sang istri di depan anaknya.

Peristiwa yang baru terungkap dan diproses kepolisian ini terjadi ketika Rahmat meminta Bunga untuk membuka pintu kamar mandi pada pertengahan Desember 2018 silam di Jalan Tan Malaka, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.

Saat itu, Bunga yang sedang berada di dalam kamar mandi terkejut ketika Rahmat mengetuk pintu sambil memanggilnya. Karena takut, Bunga tak menuruti permintaan ayah tirinya.

Saat sang ibu datang, bukannya marah atau menolong, sang ibu justru meminta agar Bunga. Dalam kepedihan mendalam, korban ak bisa berbuat apa-apa lagi.

Di saat bersamaan, sang ibu melepaskan semua pakaiannya. Usai menyetubuhi korban, Rahmat kemudian meraih tubuh Mi kemudian mereka bersetubuh di depan anaknya. Korban hanya bisa diam lemas melihati pemandangan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Ini perbuatan yang sangat tidak pantas,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Andi Sinjaya saat mengawali cerita dugaan pencabulan anak di bawah umur yang menghadirkan dua tersangka, Rahmat dan Mi, di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Usai kejadian itu, Mi dan Rahmat mengancam agar korban tak bercerita kepada siapapun. Mereka menjanjikan korban sebesar Rp200.000 dan sebuah handphone baru.

Sejak itu korban memilih diam karena bingung harus bercerita kepada siapa. Namun, rupanya kedua orangtuanya punya rencana lain untuk mengulangi aksi bejatnya.

Di suatu siang di penghujung Desember, saat korban sedang berada di depan rumah bersama adiknya, ia dipanggil ibunya masuk ke dalam rumah. Ia kemudian dibimbing ke kamar.

Di kamar itu, Rahmat sudah menunggu dalam keadaan tak berbusana. Untuk kedua kalinya, korban diperkosa di hadapan sang ibu.

“Saat kejadian itu, ibunya diam saja menyaksikan. Usai kejadian kedua ini, korban diberikan uang Rp200 ribu dan handphone,” tutur Kompol Andi.

KN dibayangi rasa takut dan trauma mendalam. Semenjak itu, ia merasakan hidupnya, terutama masa depannya hancur. Ia jadi takut ketika berada di rumah. Saat bertemu dengan Rahmat, ia bagai melihat orang yang paling menakutkan di dunia.

Sama halnya ketika ia melihat sang ibu, ia selalu berpikir kenapa orang yang melahirkannya justru menjadi pihak yang turut menghancurkan hidupnya.

Bunga berpikir peristiwa menjijikkan itu bakal menjadi kenangan terburuk di dalam kehidupannya.

Makin lama menahan rasa takut, korban semakin menderita. Ia akhirnya memutuskan mengadukan apa yang dialaminya kepada ayah kandungnya, SI. Semenjak sang ayah bercerai dengan ibunya delapan tahun silam, ia memang ikut sang ibu.

SI murka mendapat aduan dari anaknya. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Polisi yang mendalami laporan kemudian menangkap Rahmat dan Mi di rumahnya di Jalan Tan Malaka.

“Korban sangat trauma dengan kejadian itu. Kami menggandeng UPT P2TP2A (Unit Pelaksana Tugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pendampingan psikologis kepada korban,” terangnya.

Kompol Andi menambahkan, dari pengakuan pelaku, ide untuk mencabuli KN terlontar dari Rahmat.

“Rahmat menyampaikan niatnya ke sang istri. Dan istrinya mendukung bahkan membantu. Nanti kami akan periksa juga psikologis kedua tersangka ini, kenapa sampai begitu bahkan sampai senang berhubungan badan di depan anak kandungnya,” tutur Kompol Andi.

Kedua tersangka kini meringkuk di rumah tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan untuk menjalani proses hukum.

Mereka diancam Pasal 76d junto 81 Undang-undang RI No35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.*

Sumber: wartakota

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here