Psikolog Zoya: Termasuk Tindakan Acquaintance Rape, Bukan Gangguan Psikologis

0
548
Orangtua, ibu kandung - ayah tiri, yang menjadi pelaku kekerasan seksual pada anaknya

Kasus Orangtua Ajak Anak Threesome

JAKARTA – Sungguh bejat kelakuan Mi (39) yang mengajak putri kandungnya yang berusia 15 tahun berhubungan seks threesome dengan suaminya, Rahmat(4 3). Menurut psikolog Zoya Amirin, kelakuan Mi dan Taufik termasuk acquaintance rape.

Acquaintance rape adalah pemerkosaan yang dilakukan oleh orang yang dikenal dekat,” ujar Zoya, Kamis malam (7/2/2019).

Pada kasus ini, Mi merupakan ibu kandung korban, sedangkan Rahmat adalah ayah tiri korban. Di kasus ini perilaku threesome adalah ide dari Taufik, namun anehnya Mi malah menyetujui.

BAJA JUGA :   Suami Bunuh Istri dan Bayi 40 Hari Diduga karena Ditolak Bercinta

Menurut Zoya, perilaku Mi dan Rahmat bukan termasuk penyimpangan, bukan pula gangguan psikologis. Perbuatan mereka termasuk kekerasan seksual.

Ketika disebut perilaku ini adalah penyimpangan, menurut Zoya bisa jadi nantinya ada pemakluman dari publik karena menganggap adanya kelainan dari Mi maupun Rahmat. Sehingga Mi dan Rahmat punya peluang untuk lepas tanggung jawab.

“Kalau ibunya berhubungan seks dengan suaminya mengajak anak perempuannya maka ini adalah kekerasan seksual,” ungkap Zoya.

BAJA JUGA :   Pemko Batam Umumkan 5 Komisioner Terpilih KPPAD Batam Periode 2019-2024

Zoya juga menyoroti usia anaknya yang masih belia. Tentu saja si anak bisa mengalami trauma mendalam.

“Kalau anak remaja dia relatif mengerti, sudah aktif secara seksual, sudah paham, jadi dia tahu mengenai itu. Yang terganggu adalah konsep dirinya. Kebanyakan anak-anak yang alami ini mengalami trauma, termasuk kekerasan seksual. Dia akan merasa konsep dirinya rendah, dia merasa kotor, hal-hal ini terjadi,” papar Zoya.

Untuk itu perlu pendampingan psikolog bagi korban. Dalam proses penyembuhan trauma, kata Zoya, si anak harus dijauhkan dari Mi dan juga Rahmat.

BAJA JUGA :   Jadi Sorotan Pusat, 154 Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Kaltim

Dampak terburuk dari korban kekerasan seksual yakni di masa mendatang bisa melakukan hal yang sama. Terlebih si korban adalah perempuan yang biasanya cenderung menjadikan ibu sebagai role model.

“Sehingga dia berpikir konsep diri seorang perempuan seperti ibunya, ke depannya kalau tidak di-treat, bahayanya akan melakukan pelecehan yang sama,” papar Zoya.*

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here