Kata Dinkes Bintan, Bocah LH Alami Kelainan Syaraf

0
189
Kondisi korban LH, 8 tahun sangat memprihatinkan dan membutuhkan pengobatan segera

LINDUNGIANAK.COM, BINTAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan akan lebih intensif memantau dan memberikan pelayanan kepada LH,  usia 8 tahun, anak pasangan Yetrizal Susanti, warga Desa Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Bintan Utara yang mengalami permasalahan dalam tumbuh kembangnya.

Dari informasi yang didapat Lindungianak.com dari Dinas Kesehatan Bintan, korban memang ada kelainan syaraf  sejak kecil. Untuk mengobatinya, Puskesmas setempat memberikan pelayanan medis. Dinas  Kesehatan Bintan juga memberikan makanan tambahan kepada anak tersebut untuk mengenjot pertumbuhan fisiknya.

Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Titi Sulastri mengatakan, korban juga pernah dibawa berobat ke Padang oleh orangtuanya. Hingga saat ini korban masih membutuhkan pengobatan.

‘’Terkait kondisi korban yang masih perlu pengobatan maka Dinas Kesehatan Bintan dan Puskesmas akan intensif memantau dan memberikan pelayanan kepada anak tersebut,’’ ujar Titi.

Dinas Kesehatan, lanjut Titi, juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Bintan untuk pembuatan BPJS korban dan keluarganya.

‘’Untuk melihat kondisi korban, KPPAD Kepri akan turun ke lapangan pada hari Selasa, 12 Februari 2019,’’ kata Titi.

Kemarin pihak Desa Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Bintan Utara juga sudah mengeluarkan surat rekomendasi untuk keperluan pengobatan korban selanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya LH ditemukan relawan dalam kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. Anak perempuan tersebut mengalami gangguan tumbuh kembang secara fisik. Tubuhnya sangat kurus, berat badannya sangat ringan untuk anak seusianya. Diduga anak tersebut mengalami gizi buruk sejak berusia1 tahun.

Adik korban juga mengalami hal serupa. Gejalanya hampir sama seperti yang dialami korban saat ini. Namun ketika usia dua tahun, adik dari korban sudah meninggal. Belum ada keterangan resmi apakah korban mengalami gizi buruk, sakit atau faktor lain seperti pengaruh pengobatan.

Menurut ayah korban, Yetrizal, kondisi seperti itu dialami anaknya sejak berusia 1 tahun lebih. Saat itu, anaknya mengalami demam tinggi dan mendapatkan pengobatan. Setelah berobat, anaknya tidak lagi tumbuh secara normal.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here