Lima Siswa SMP Keroyok Sekuriti Sekolah hingga Berdarah

0
263
Faisal Dg Pole, sekuriti sekolah sekaligus cleaning service sekolah yang jadi korban

LINDUNGIANAK.COM, MAKASSAR – Aksi kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan kembali mencuat. Namun kali ini korbannya sekuritii sekolah. Lima siswa SMP Negeri 2 Galesong, bersama orangtuanya menganiaya Faisal Dg Pole, cleaning service sekaligus sekuriti sekolah itu hingga berdarah.

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Warpa membenarkan peristiwa tersebut terjadi di SMPN 2 Galesong, Dusun Galesong, Desa Galesong Kota, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Polisi mendatangi sekolah SMP Negeri 2 Galesong untuk melakukan olah TKP

“Sudah olah TKP,” kata Warpa kepada wartawan, Senin (11/2/2019). Sementara penganiayaan tersebut terjadi, pada Sabtu 9 Februari 2019.

BAJA JUGA :   14 Santri Korban Pencabulan Gurunya Kabur dari Ponpes dan Minta Pelaku Ditangkap

Faisal yang merupakan warga Tambokala Dusun Jempang, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong dianiaya selain oleh lima siswa juga turut dilakukan orangtua pelajar berinisial MRS.

Kejadian berawal saat Faisal sedang memungut sampah di luar kelas, kemudian para siswa mengejek korban dengan kata “pegawai anjing, pegawai najis”.

Korban lalu menampar sekali seorang siswa. Kemudian siswa pulang ke rumah dan menyampaikan kejadian tersebut kepada ayahnya.

BAJA JUGA :   KPAI dan KPPAD Dorong Sekolah Ramah Anak

Tak lama kemudian orangtua siswa tersebut mendatangi korban di sekolah. Celakanya sang ayah langsung memerintahkan anaknya beserta tiga teman sekolahnya untuk memukul korban.

Mereka kemudian mengeroyok korban dengan menggunakan sapu ijuk yang bergagang besi. Kepala korban sebelah kiri luka robek dipukul dengan gagang sapu.

Selain anaknya, orangtua ikut membogem Faisal. Korban pun melaporkan ke polisi.

Terkait kasus kekerasan di sekolahnya, Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Galesong Takalar, Hamzah, Sabtu (9/2/2019) lalu langsung diperiksa sebagai saksi. Ia memberikan keterangan terkait pengeroyokan tersebut .

BAJA JUGA :   Modus Membawa Korban Kemana-mana dan Akui Sebagai Anak Kandung

“Pihak sekolah yang mendengar keributan di lingkungan sekolah itu langsung melerai. Dan sudah melihat kepala Faisal terluka dan banyak cucuran darah menetes hingga ke bajunya,’’ ucapnya.

Hamzah menjelaskan, setelah berhasil dilerai pihak sekolah , anggota kepolisian tiba di lokasi kejadian. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.*

Sumber: Okezone.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here