Suami Lukai Istri dan Anak, Lalu Coba Bunuh Diri

0
297
Tersangka Andriyanto saat di-BAP Polres Pasuruan dan kini jadi tersangka.

Dua KDRT Berujung Pembunuhan dan Aksi Bunuh Diri

LINDUNGIANAK.COM, PASURUAN – Begini jadinya kalau masalah keluarga terutama konflik suami—istri tidak diselesaikan dengan kepala dingin. Lantaran emosi, satu keluarga masuk rumah sakit dan pelaku yang merupakan pihak suami, jadi tersangka kasus KDRT.

Andriyanto (37), warga Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur tega menusuk perut serta dada Istrinya dan punggung anaknya, lantaran tak mau bercerai, Kamis (07/2) lalu.

Akibat penusukan tersebut, istri dan anak pelaku, mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.   Ani (33) istri tersangka hingga saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSSA Malang. Sementara anaknya, Nesya (8), kondisinya membaik dan dilakukan rawat jalan.

Habis melukai istri dan anaknya, pelaku yang kini sudah jadi tersangka, mencoba melakukan aksi bunuh diri. Andriyanto menusukkan pisau ke perutnya sebanyak 3 kali.

Namun nyawa tersangka berhasil diselamatkan setelah mendapatkan perawatan di RS R Soedarsono Kota Pasuruan akibat luka di bagian perut.

BAJA JUGA :   Tokoh Melayu Singapura yang Banyak Selamatkan Korban TPPO Asal Indonesia

Pemicu terjadinya penusukan lantaran Andriyanto tidak mau diajak cerai oleh istrinya. Setelah cekcok mulut, Andriyanto mengambil pisau dapur dan menusukannya ke perut dan dada istrinya.

Nesya, anak korban yang bangun dari tidur lalu berniat melindungi ibunya juga mendapat sabetan pisau di punggungnya.

“Kita sudah memeriksa 2 saksi tetangga korban dan 1 saksi pelapor yaitu adik Korban. Untuk barang bukti pisau dapurnya sudah kami amankan,” jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso, Sabtu  (9/02/2019).

Selain itu, AKP Slamet juga mengungkapkan jika polisi telah selesai melakukan olah TKP di lokasi penusukan.

Satreskrim Polres Pasuruan Kota telah menetapkan Andriyanto sebagai tersangka penusukan terhadap istri dan anaknya sejak Sabtu (9/02/2019).

“Terhitung per hari ini, kami menetapkan Andriyanto sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” katanya.

Menurut keterangan dokter, tersangka bisa dilakukan rawat jalan dan telah memungkinkan untuk dilakukan penahanan.

“Selama dalam penahanan, tersangka Andriyanto akan kami antar kontrol ke dokter seminggu sekali,” ujarnya.

BAJA JUGA :   Korban KDRT Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Terkait kondisi Ani, istri dari tersangka, AKP Slamet mengatakan jika kondisinya masih dalam perawatan RSSA Malang atas luka tusukan di dada dan perutnya.

“Kalau tidak hari Minggu ya Senin, korban akan kami BAP di RSSA Malang,” ujarnya.

 

Usai Bunuh Istri, Suami Terjun ke Sungai

Kasus KDRT, suami bunuh istri juga terjadi di Palembang Minggu (10/2) pagi. Usai membunuh istrinya, Febrianto (38) melompat ke Sungai Kertapati dari Jembatan Ogan Palembang. Diduga, faktor ekonomi menjadi penyebabnya.B

Febrianto diketahui melompat ke sungai setelah warga melihat sepeda motor ditinggal di atas jembatan, Minggu (10/2) pagi. Warga itu memberitahu keluarganya di Jalan Sepakat, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

Begitu masuk ke rumah, warga kaget melihat istri Febrianto yakni Linda Fitria (38) tewas dengan kondisi mengenaskan. Dari hasil visum, terdapat 24 luka tusuk dan 2 luka lebam di tubuh korban.

Jenazah Linda langsung dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara Palembang. Sedangkan suaminya, Febrianto, masih dalam proses pencarian Basarnas.

BAJA JUGA :   Nasib Perempuan di Sumbar Memilukan

Ketua RW setempat, Suhaimi (61) sempat mendengar pertengkaran pasangan suami istri itu, Sabtu (9/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian terdengar teriakan dari korban Linda.

Penasaran, dirinya menemui orang tua korban yang tinggal di samping rumahnya. Hanya saja, mereka tidak mengecek karena tidak menaruh kecurigaan.

“Waktu saya tanya sama orang tua korban, dia tidak mendengar apa-apa. Jadi kami tidak curiga, ternyata korban sudah meninggal,” ungkap Suhaimi.

Dia mengaku sering mendengar korban dan pelaku terlibat cekcok mulut. Penyebabnya tak lain karena faktor ekonomi.

“Suaminya kerja buruh, mungkin tidak cukup penghasilannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat II Palembang Ipda Hermansyah menduga pembunuhan terjadi pada malam hari dan paginya baru diketahui ketika warga melihat pelaku terjun ke sungai. Hanya saja pelaku hingga kini belum ditemukan.

“Korban tengah dilakukan visum, untuk penyebabnya masih lidik,” kata Hermansyah.

Sumber: jatimnow.com, merdeka.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here