Dimainkan Seperti Bola Kasti, Bocah 10 Tahun Tewas Kena Ledakan Granat

0
308
Bocah yang luka-luka ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit.

BOGOR, LINDUNGIANAK,COM – Seorang anak laki-laki bernama Muhammad Mubarok (10) tewas usai terkena ledakan granat GLM yang ditemukannya saat sedang bermain bersama dua temannya di Lapangan Tembak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (14/2/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

“Anak-anak bermain di sekitar lapangan tembak dan di atas gunung menemukan sejenis granat GLM,” kata Kepala Penerangan Korem 061/Suryakencana Mayor Inf Ermansyah kepada Suara.com, Kamis (14/2/2019).

Setelah itu, Mubarok dan dua rekannya yakni, Muhammad Doni (14) dan Khoirul Islami (10) membawa pulang granat ke area perkampungan. Granat yang masif aktif itu meledak saat dimainkan mereka dengan cara dipukul seperti permainan bola kasti. Granat itu pun meledak sehingga dan mengeluarkan suara yang cukup besar.

“Granat itu dimainkan anak-anak dengan dipukul-pukul sehingga meledak,” jelas Ermansyah.

Akibat ledakan itu, nyawa Mubarok tewas dengan luka luka parah di sekujur tubuh. Sementara, dua anak lainnya mengalami luka-luka sudah dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk mendapat perawatan medis.

“Satu anak meninggal dunia, dua lainnya luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit. Kasusnya masih dalam penyelidikan kepolisian Cibungbulang,” tutupnya.

Bekas pecahan granat yang meledak

Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko Sutrisno dikutip dari laman detik.com, Kamis (14/2/2019) membenarkan  korban 3 anak, 1 orang meninggal dan 2 luka-luka. Korban meninggal sempat dibawa ke rumah sakit.

Menurut Harry, granat itu awalnya berada di area latihan militer di sekitar perbukitan Gunung Kapur kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Anak-anak yang menjadi korban itu disebut Harry menemukan granat itu padahal kawasan itu disebutnya tidak boleh dimasuki sembarang orang.

“Granat itu ditemukan hari ini di dalam areal latihan, yang seharusnya tidak boleh dimasuki oleh orang sipil. Saat ditemukan granat itu dalam kondisi tertanam dan sudah berkarat,” ucap Harry.

“Kemudian oleh anak-anak itu (granat) dibawa pulang ke rumah dan dijadikan mainan, dipukul-pukul sehingga akhirnya meledak,” imbuhnya.

Peristiwa granat meledak itu disebut Harry terjadi pada pukul 14.30 WIB tadi di Kampung Wangun Jaya RT 02 RW 06 Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang. Korban tewas disebut Harry bernama Muhammad Mubarok bin Abdul Majid, sedangkan 2 korban lainnya yang mengalami luka atas nama Muhammad Doni (14) dan Khoirul Islami (10) yang saat ini dirawat di RSUD Leuwiliang, Bogor.

“Jadi kemungkinan besar ada kesatuan yang menggunakan itu untuk latihan. Biasanya GLM (Grenade Launcher Mortir) itu kan untuk operasi tempur, tapi (granat) ini sudah berkarat dan kemungkinan itu sudah bertahun-tahun ada (tertanam) di situ,” ucap Harry.

Harry menyebutkan kesatuannya saat ini masih menyelidiki peristiwa ini lebih jauh. “Kita periksa tahun pembuatannya dan kita akan berkoordinasi dengan pihak Zeni dan Peralatan untuk memastikan ini kenapa bisa meledak,” sambungnya.*

Sumber: Suara.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here