Susanto: Perlu Didalami Latar Belakang Siswa dan Lingkungannya

0
222
Aksi tolak kekerasan di sekolah yang dilakukan siswa-siswi SD.

Terkait Kasus Siswa Menantang Guru

JAKARTA, LINDUNGIANAK,COM – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia menilai masih ada paradigma di tingkat tenaga pengajar atau guru, bahwa kekerasan menjadi cara untuk menetapkan sanksi.  Hal itu jelas keliru karena bersifat jangka pendek dan tidak baik bagi perkembangan karakter siswa yang bersangkutan.

“Kadang-kadang pendekatan kekerasan oleh guru dinilai efektif. Memang jangka pendeknya terukur, misalnya kalau ada guru yang galak dan kalau murid telat dikenakan push up 10 kali, itu hampir dipastikan anak akan disiplin,” ujarnya.

BAJA JUGA :   Sepasang Anak di Bawah Umur Dinikahkan Usai Kabur dari Rumah

Susanto menambahkan ketika guru tersebut tidak masuk kelas, murid justru akan senang dan itu menunjukan bahwa ikhtiar pengembangan karakter gagal.

Susanto juga meyakini, anak yang menjadi pelaku kekerasan di sekolah tidak berdiri sendiri. Artinya terdapat sejumlah faktor yang membentuk sifat dan sikapnya hingga menjadi demikian.

Menurut Susanto ketika ada kasus seperti itu, perlu pendalaman lebih lanjut mengenai latar belakang siswa pelaku.

BAJA JUGA :   Dampak Perkawinan Anak yang Tak Disadari

“Harus ada evalusi proses pengasuhan secara total. Kemudian lingkungannya seperti apa, profiling-nya harus ditelusuri, kondisi psikologisnya, relasi si anak dengan senior, adakah hal di luar kewajaran yang terinspirasi kakak kelas, itu penting didalami,” paparnya.

Untuk itu Susanto merasa perlu Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah mengembangkan pola pendisiplinan edukatif. Agar perkembangan karakter siswa tak terganggu.

BAJA JUGA :   3 Penganiaya Siswi SMP di Pontianak: Kami Di-bully dan Diancam Dibunuh Warganet

“Saya kira pendisiplinan positif itu perlu banyak inventarisir masalah. Masing-masing sekolah dan dinas pendidikan perlu mengembangkan pola itu. Dengan pertimbangan kondisi daerahnya,” tandasnya.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here