Polisi Selidiki Kelalaian Pihak Ponpes Nurul Ikhlas

0
696
Pondok pesantren Nurul Ikhlas Padang Panjang
Terkait Kematian Santri Dikeroyok 19 Temannya

PADANG, LINDUNGIANAK.COM – Polisi menyelidiki kelalaian pihak pengelola Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Ikhlas, Padang Panjang Sumatera Barat, dalam kasus pengeroyokan yang berujung kematian seorang santri di dalam asrama.

“Mengenai pihak pondok pesantren kami tentu akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah nanti keterlibatannya atau gimana ada unsur kelalaian. Tapi kami kini fokus dengan kasus kekerasan ini dulu,” ujar Kasat Reskrim Polres Padang Padang, Iptu Kalbert Jonaidi, Senin (18/2/2019).

Kata Kalbert, hingga kini status dari pihak pondok pesantren masih sebatas sebagai saksi. Mereka yang menjadi saksi terdiri dari Wali Kamar, Ustadz dan pengawas.

BAJA JUGA :   Miris! Ada 2 Caleg di Sumbar yang Terlibat Kasus Pencabulan Anak

“Ada 5 saksi dari pihak pondok pesantren. Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan apakah ada unsur kelalaiannya atau tidak. Nanti dari hasil autopsi bisa jadi kami kembali melakukan gelar perkara selanjutnya apakah ada penambahan tersangka,” katanya.Pihaknya, jelas Kalbert, baru menetapkan 17 anak pelaku dalam kasus tersebut. Sedangkan total pengeroyok berjumlah 19 orang.

“Terkait kondisi korban yang awalnya koma kemudian berujung meninggal dunia, kita akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Padang Panjang apakah ada penambahan pasal untuk ke-17 anak pelaku itu,” kata dia.

Sejauh ini, katanya, pasal yang baru disangkakan untuk ke 17 ‘anak pelaku’ Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 80 juncto 76 c.

BAJA JUGA :  

“Sementara hanya 17 santri yang ditetapkan anak pelaku, nanti kami kembangkan apakah ada anak pelaku lainnya,” ujarnya.

Jenazah Korban Diautopsi

Polisi sudah melakukan autopsi terhadap jenazah Robi Alhalim.
Otopsi dilakukan di RS Bhayangkara Polda Sumbar. Polisi terlihat membawa jenazah Robi dari Rumah Sakit Dokter Muhammad Djamil ke RS Bhayangkara.

Jenazah korban saat akan diautopsi dokter kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, otopsi diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan. “Sudah izin pihak keluarga,” kata Kalbert kepada detikcom, Senin (18/2/2019).

Menurut Kalbert, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus tersebut. “Sudah ada 17 anak pelaku,” jelas dia.

BAJA JUGA :   Viral Video Siswa SMP di Gresik yang Menantang Guru Setelah Ditegur karena Merokok dalam Kelas

Anak pelaku merupakan sebutan lain bagi tersangka dalam kasus yang melibatkan anak-anak. Ke-17 tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Padang Panjang, namun tidak ditahan.
Dalam pemeriksaan terungkap, korban dikeroyok selama 3 hari di kamar asrama.

Robi dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (10/2/2019) dinihari. Awalnya, ia dirawat di RSUD Padang Panjang. Namun karena kondisinya yang parah, kemudian dirujuk ke Padang.

Ia menjadi korban keganasan belasan rekan-rekannya di asrama Pondok Pesantren Nurul Ikhlas. Pengeroyokan dan penganiyaaan yang dialami Robi membuatnya tak sadarkan diri hingga meninggal Senin (18/2/2019 pagi.*
Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here