Jatuh Masuk Penggorengan, Bocah 5 Tahun Dirawat Intensif

0
248
Kondisi korban saat setelah dirawat intensif di RSUD Embung Fatimah, Batam

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Seorang bocah laki-laki berinisial KI, 5 tahun, masuk jatuh dan masuk ke wajan penggorengan di dapur rumahnya, Tanjungpiayu, Batam. Kejadian yang menimpa  anak pasangan Hari Cahyoni- Mukho Lipatun, warga Kavling Pancur Baru, Duriangkang, Tanjungpiayu,Batam  ini mengalami kerusakan kulit yang cukup parah dan terpaksa dirawat di rumah sakit.

Akibat kejadian ini kulit korban terutama bagian pinggang ke bawah tergoreng minyak panas dan terpaksa dirawat di RSUD Batam sejak dua hari lalu hingga saat ini.

Kejadian bermula saat korban bermain di dapur rumahnya. Saat itu ibunya sedang mengoreng peyek, usaha rumah tangga milik keluarga ini. Di dapur ada tangga menuju lantai atas. KI mencoba naik tangga, namun naas, ia terpeleset dan jatuh.

Jatuhnya bocah yang sudah sekolah TK ini tepat di posisi ibunya mengoreng peyek. Tubuh KI masuk ke pengorengan dan sebagian  tubuhnya, yaitu pinggang  hingga ke ujung dua kakinya terendam minyak panas.

Seketika itu, minyak panas mengoreng kulit bocah malang ini sehingga mengakibatkan kerusakan kulit yang parah. Ibu korban, Mukho Lipatun kaget dan juga ikut kecipratan minyak panas.

Melihat anaknya masuk pengorengan, siibu, Mukho Lipatun  dengan sigap langsung berupaya menyelamatkan anaknya dengan mengeluarkan korban dari wajan pengorengan. Korban meronta-rontan kesakitan karena panasnya minyak yang mengenai tubuhnya.

Korban kemudian dibawa ke salah satyu rumah sakit di Mukakuning Batam. Namun sayangnya korban tidak dirawat lama di RS ini. Orangtua korban, mungkin dengan alasan biaya, membawa pulang anaknya. Padahal, korban sangat membutuhkan perawatan intensif untuk mengobati luka kulitnya yang terendam minyak panas.

Setelah beberapa hari di rumah, kondisi luka korban semakin memburuk. Kondisi kulit korban semakin terkelupas, termasuk alat vital korban sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Warga menyarankan korban dirawat di rumah sakit. Akhirnya, Rabu (20/2/2019) malam, korban oleh ibunya dan dibantu warga dibawa berobat di RSUD Embung Fatimah.

”Benar korban sudah dirawat di RSUD sejak Rabu malam,” ujar Rian, Humas RSUD Embung Farimah kepada Lindungianak.com.

Saat ini, korban dirawat intensif di RSUD Embung Fatimah. Warga yang turut prihatin membantu memberikan sumbungan dan mengumpulkan sumbangan agar korban mendapatkan pertolongan pengobatan. Beberapa warga diantaranya ingin melihat langsung kondisi korban di RSUD sembari memberikan bantuan. (ery)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here