Pura-pura Pingsan, Bocah 6 Tahun Lolos dari Maut

0
259
Polisi melalukan olah TKP peristiwa perampokan yang berujung maut ini

RIAU, LINDUNGIANAK.COM – Anak enam tahun menjadi saksi saat ibunya diadang, dianiaya hingga meninggal oleh orang tak dikenal. Anak enam tahun ini menceritakan kisah yang baru dialaminya pada orang yang ditemui setelah dirinya lolos dari maut.

Bocah 6 tahun RA nyaris saja ikut senasib dengan ibunya yang tewas dibunuh. RA (6) berpura-pura pingsan saat melihat ibunya, E Br Sihombing (39) menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK), di PT CDSL Afdeling 1 blok A Kelurahan Sekijang Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (19/2/2019) pagi.

Kejadian ini berawal saat seorang wanita LE Br Sihombing, 39 tahun keluar rumah hendak mengantar anaknya RA, enam tahun, ke SDN 001 Kelurahan Sei Kijang. Korban membonceng anaknya menggunakan kendaraan roda dua jenis Vixion.

BAJA JUGA :   Semua Pihak Harus Berperan untuk Cegah Kejahatan Seksual Anak

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan melalui Kapolsek Bandar Seikijang AKP Yusuf Purba mengatakan, belum sampai ke sekolah, atau sekitar 1 KM dari rumah korban, korban sudah dihadang pelaku.

‘’Bocah 6 tahun itu menjadi saksi utama dalam kasus yang diduga pembunuhan ini,’’ ujar Yusuf.

Dari pemeriksaan pihak kepolisian terhadap si anak, saat para pelaku menghadang, ia dan ibunya terjatuh. Saat itu, bocah enam tahun itu pura-pura pingsan.

“Penuturan si anak, ia pura-pura pingsan. Setelah pelaku pergi, ia baru bangkit dan berlari ke kompleks rumahnya,” kata Yusuf.

BAJA JUGA :   7 Persoalan KPAI dan KPAD sehingga Perlu Dilakukan JR dan Penguatan

RA tidak bisa memastikan berapa jumlah pelaku. Atau dua atau empat. Hanya saja si anak memastikan pelaku menggunakan kendaraan roda dua.

Selain itu, si anak juga mengatakan pelaku menggunakan penutup kepala, sarung tangan dan jaket. Hanya mata pelaku saja yang terlihat.

“Keterangan si anak kadang berubah – ubah soal jumlah pelaku. Kadang dua, kadang empat. Padahal dia saksi kunci kita,” ucap AKP Yusuf Purba.

Karena keterangan si anak kadang berubah-ubah soal jumlah menyulitkan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Apalagi pelaku menggunakan penutup wajah.

Setelah si anak sampai di kompleks perumahannya, si anak ketemu dengan warga dan menceritakan kejadian yang dialami ibunya. Ceritanya yang sama juga disampaikan kepada ayahnya.

BAJA JUGA :   Up in Arms About Free Online Dating?

Suami korban dan beberapa warga pun mendatangi lokasi kejadian. Saat itu, motor korban sudah rebah di jalan dan korban belum terlihat.

Pencarian selama 1 jam, sekitar pukul 08.15 wib, akhirnya korban ditemukan di dalam kala yang berisi air sedalam 30 cm. Posisi korban ditemukan telungkup dan sudah meninggal.

Suami korban mengatakan saat pergi korban membawa sejumlah uang dan dua handphone didalami sebuah kantong plastik hitam.

“Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil autopsi luka lecet di dagu korban,” katanya.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here