Bocah Tewas Dianiaya Kekasih Ibunya, Pelaku Kesal Korban Kerap Menangis

0
207
Pria bejat ini (baju biru) aniaya anak pacarnya hingga tewas karena tak mau berhenti menangis

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Motif kematian Muhamad Rizki, bocah tiga tahun yang tewas di tangan kekasih ibunya, menemui titik terang. Setelah diperiksa secara intensif oleh polisi, pelaku Andre Rifa mengakui perbuatannya.

Ironisnya nyawa bocah malang ini melayang hanya karena alasan sepele. Andre mengaku kesal karena korban kerap menangis saat tinggal berdua di rumah kos sehingga tega menganiayanya.

Selama satu pekan tinggal di rumah kos di Jalan Flamboyan, Blok 6, Lubuk Baja, Batam, hampir setiap hari korban mendapat penganiayaan dari pelaku. Tak hanya dipukul, tubuh mungil Rizki juga diinjak dan di tendang pelaku.

Akibatnya korban mengalami sesak napas. Andre yang ketakutan meminta bantuan warga membawa Rizki ke rumah sakit. Sayangnya saat di perjalanan nyawa anak yatim inipun tak tertolong lagi.

Rizki baru satu pekan tinggal bersama ibunya setelah sang ayah meninggal 1 tahun lalu. Sebelumnya, Rizki tinggal bersama bibinya di kawasan Batam Center. Andre sudah enam bulan hidup serumah dengan Siti Margareta, ibu kandung Rizki.

Sementara itu rumah kos yang juga menjadi tempat kejadian perkara penganiayaan korban dalam kondisi terkunci. Siti Margareta, ibu korban saat ini masih diperiksa polisi terkait kematian anaknya di Mapolsek Lubuk Baja, Batam.

M. Rizki, balita berusia 3 tahun ini tewas setelah dianiaya Andre Riva Kartini alias Tupon (21) yang merupakan kekasih ibunya, Siti Margareta. Balita ini dianiaya pelaku hanya karena disebut terus menangis.

Kejadian ini terjadi di kawasan Flamboyan, Blok 6, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Penganiayaan yang dilakukan Tupon bermula ketika pria yang hidup sebagai pasangan kumpul kebo dengan Siti ini menjaga Rizki karema Siti bekerja di tempat makan. Sementara itu, adik Rizki yang masih berusia satu tahun dititipkan kepada pengasuhnya.

okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here