Sepasang ABG Aceh Tertangkap Mesum di Atap Masjid, Peran Orangtua Dipertanyakan

0
985
Sepasang ABG yang terciduk mesum di atap masjid.

BANDA ACEH, LINDUNGIANAK.COM Sepasang anak baru gede (ABG) tepergok tengah berbuat mesum di Masjid Jamik Saree, Aceh Besar. Peristiwa ini sempat membuat heboh dan emosional warga.

Dirangkum  Lindungianak.com, Selasa (26/2/2019), peristiwa ini berasal dari kecurigaan warga. Kedua ABG ini pergi ke lantai dua masjid pada saat jemaah akan menunaikan salat Magrib.

“Keduanya masih di bawah umur. Yang cowok berusia 16 tahun dan cewek 17 tahun. Mereka ditangkap Minggu malam pukul 19.30 WIB,” kata Kasat Pol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariat) Aceh Besar M Rusli, Senin (25/2/2019)

Warga yang curiga kemudian mengecek ke lokasi. Warga menemukan keduanya tengah berhubungan badan.

Aksi bejat itu sempat direkam warga. Saat ditangkap, remaja laki-laki sempat mencoba kabur. Video keduanya pun viral di media sosial.

BAJA JUGA :   Berpacu Melawan Kejahatan Seksual Anak

“Waktu itu warga cukup ramai dan yang cowok sempat dipukul,” jelas Rusli.

Kedua remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Lembah Seulawah untuk diamankan. Namun, karena warga juga ingin mendatangi Polsek, pasangan tersebut dibawa ke Mapolres Aceh Besar untuk mencegah hal buruk terjadi pada kedua remaja tersebut.

“Keduanya kita bawa ke Satpol PP dan WH Provinsi. Sementara mereka ditahan di sana karena di Satpol PP-WH Aceh Besar fasilitasnya kurang memadai,” ungkapnya.

Rencananya, kedua ABG ini akan diserahkan ke penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Aceh.

Setelah ditahan, keduanya diperiksa penyidik Satpol PP dan WH. Namun penyidik masih mengkaji dulu apakah keduanya dapat dikenai Qanun Jinayah dengan ancaman hukuman cambuk.

BAJA JUGA :   RPTRA Jakarta Jadi Pos Pengaduan Kasus Anak

“Kayaknya tidak bisa dikenai Qanun Jinayah karena masih di bawah umur. Tapi kita lihat dulu proses di penyidik. Mungkin dikenai sanksi adat. Mungkin,” kata Rusli.

Kasat Pol PP dan WH Aceh Dedy Yuswadi mengatakan hukuman yang bakal dikenakan terhadap keduanya juga bergantung pada hakim atau penyidik. Jika dinilai cukup barang bukti, kasusnya akan diserahkan ke jaksa.

“Itu tergantung hakim. Nanti (tergantung) diproses di penyidik juga. Kalau cukup alat bukti, mungkin diserahkan ke jaksa. Jaksa yang meneruskan ke pengadilan,” jelas Dedy.

KPAI Ingatkan Peran Guru dan Kewajiban Orangtua

Menanggai kasus tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan kasus remaja yang terciduk sedang mesum di atap lantai dua Masjid Jamik Saree, Aceh Besar. KPAI menilai tindakan asusila tidak dibenarkan di mana pun tempatnya, apalagi di tempat ibadah.

BAJA JUGA :   Cabuli Anak di Bawah Umur, Dua Pemuda Dihukum Cambuk 90 Kali

“Ini hal yang tak boleh terjadi,” ujar Ketua KPAI Susanto saat dihubungi, Senin (25/2/2019).
Dalam kasus ini, Susanto mengingatkan agar tak ada pihak yang main hakim sendiri terhadap dua remaja tersebut. KPI menyoroti peran keluarga dan guru serta kontrol masyarakat agar generasi muda tak melakukan tindakan penyimpangan.

“Kasus ini tentu harus menjadi evaluasi bersama, penguatan pengasuhan dalam keluarga, kontrol masyarakat, peran guru perlu ditingkatkan agar anak tidak melakukan hal yang tak patut,” kata dia.*

Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here