Bocah SD Tewas Digigit Ular saat Tidur, RS Lambat Memberikan Pertolongan

0
271
Ular yang mengigit korban

BALI, LINDUNGIANAK.COM – Ismi Nursaubah (10), siswi SD warga Kelurahan Sampolangan, Gianyar, Bali, tewas digigit ular berukuran kecil yang masuk ke kamar tidurnya, Rabu (27/2/2019). Korban meninggal beberapa jam kemudian. Pihak keluarga korban menyayangkan lambatnya penanganan korban saat di rumah sakit.

Dikutip Lindungianak.com dari TribunBali, Ibrahim (25), paman korban mengatakan, keponakannya tak bereaksi setelah digigit ular sekitar pukul 03.00 Wita.

“Pagi sekitar jam 3, keponakan saya bangun karena digigit ular. Dia tidak nangis sama sekali. Bangun pagi-pagi, bahkan sempat bermain dengan anak saya,” ujar Ibrahim.

Lima jam kemudian, sekitar pukul 08.00 Wita, Ismi mengeluh tak enak badan hingga akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

Namun pihak keluarga mengaku kecewa dengan pihak rumah sakit yang menangani Ismi.

“Saat di rumah sakit, tidak langsung ditangani. Padahal keponakan saya sudah bilang sakit. Baru, setelah keponakan saya sesak nafas, baru dokternya sibuk, akhirnya keponakan saya meninggal,” sesal Ibrahim.

Ibrahim juga mengaku sempat mencari ular yang menggigit Ismi, dan telah menangkapnya.

“Setelah ditangkap, saya tanya ke ibu keponakan saya, ular ini mau diapakan. Katanya, jangan dibunuh, biarin saja hidup. lalu saya masukkan ke dalam botol, lalu dibuang ke Tukad Pakerisan,” ujarnya.

Selain itu seorang warga yang sempat melihat ular kecil itu menyebut, ular tersebut adalah ular sendok atau kobra.

“Ini memiliki ciri-ciri fisik, tubuhnya sebesar jari telunjuk, panjang sekitar 50 centimeter (cm) dan berwarna hitam,” kata Suparman.

Sementara itu, korban telah dipulangkan ke kampung halaman ayahnya di Jembrana untuk dimakamkan sekitar pukul 09.00 Wita.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here