Enam ABG Diduga Nyabu di Belakang Kantor PP Batuaji

0
309
Polisi mengamakan 6 remaja di belakang Kantor Pemuda Pancasila, Bukit Tempayan, Batuaji, Selasa (26/2/2019) malam. (Foto: Dok. Polda Kepri)

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Polisi menyisir lokasi peredaran narkoba di Bukit Tempayan, Batuaji, Batam, Selasa (26/2/2019) malam. Alhasil enam remaja yang sedang nongkrong malam itu diamankan di Perumahan Permata Hijau Blok A.

Razia dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB. Di dekat area berkumpul para remaja ini dijumpai sekoci bekas yang didalamnya ada beberapa alat hisap sabu.

Parahnya, tim yang terdiri dari Subdit I dan III Ditresnarkoba Polda Kepri ini menemukan ‘sekoci narkoba’ itu di belakang Kantor Pemuda Pancasila.

Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarta menuturkan pihaknya juga mengamankan sejumlah baarang bukti.

“Ada seperangkat alat hisap sabu, 3 unit sepeda motor yang tidak punya surat-surat, dan 6 orang anak anak di bawah umur. Kami serahkan ke Kantor Polsek Batu Aji untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Yani, Rabu (27/2/2019)

Yani menyebutkan, dalam operasi tersebut jajaran mengundang tokoh masyarakat, Ketua RT dan pengurus Pemuda Pancasila.

 

BAJA JUGA :   Komplotan Pemalak Cilik Diringkus Polisi Saat Beraksi

KPPAD Kepri Minta Mereka Direhabilitasi

Menanggapi adanya 6 anak yang diduga mengkonsumsi narkoba dan kini diproses di kepolisian, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri Erry Syahrial meminta pihak kepolisian melakukan penyidikan dan investigasi soal dugaan tersebut. Memastikan keenam anak tersebut apakah positif menggunakan narkoba atau tidak, kemudian menelusuri dari mana barang haram tersebut didapatkan anak atau siapa yang memberi.

Kejar siapa pelakunya, jangan sampai berhenti di enak anak etsrebut,” ujar Erry.

Dijelaskan Erry, hal tersebut Ini penting dilakukan untuk mempersempit ruang gerak jaraingan narkoba yang mengincar anak dan pelajar sebagai target korban dan memberikan efek jera kepada pelaku yang memanfaatkan kerentanan anak.

BAJA JUGA :   Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Privat Masih Tertinggi

”Jangan sampai semakin banyak anak yang terlibat narkoba, baik sebagai pemakai maupun sebagai pengedar. Bila jadi anak-anak ini ditargetkan untuk menjadi pengedar. makanya penelusuran lebih jauh,” kata Erry.

Sementara terhadap keenam anak yang sudah diamankan, bila terbukti positif sebagai pemakai narkoba, maka Erry meminta pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dan Balai Rehabilitasi BNN yang ada di Batam untuk melakukan rehabilitasi terhadap mereka.

”Mereka masih berusia anak dan dalam perspektif perlindungan anak mereka adalah korban sehingga harus direhabilitasi dengan tetap memperhatikan hak-hak lainnya sebagai anak,” terang Erry.

Tertangkapnya sejumlah anak yang diduga mengkonsumsi narkoba di Batam tidak lepas dari rentannya remaja di Kepri terpapar dengan bahaya narkoba. Kepala Balai Rehabilitasi BNN Batam, dr Danu Cahyono kepada Lindungianak.com, Senin (25/2/2019)  mengatakan, bahwa anak-anak Kepri rentan dengan narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

BAJA JUGA :   Terbentuk Relawan Perlindungan Anak di Kota Batam

Menurutnya, tiga daerah di Kepri yang  banyak anak-anak terlibat narkoba adalah Tanjungpinang, Batam dan Tanjung Balai Karimun. Yang paling parah adalah remaja di Tanjungpinang. ”Anak- anak di Kepri  menjadi target pengedar narkoba,” ujar Danu.

Balai Rehabilitasi BNN Batam yang ada di Nongsa sudah melakukan program rehabilitasi terhadap anak-anak pecandu narkoba. Sejak tahun 2016, Balai Rehabilitasi ini  sudah merehabilitasi banyak anak dan pelajar pecandu narkoba. Tidak hanya berasal dari Kepri, residen anak yang direhabilitasi di tempat ini juga berasal dari provinsi lainnnya  di Indonesia.(eri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here