Perceraian Tinggi, Ada Tren LGBT Merusak Rumah Tangga

0
410
Ilustrasi perceraian

BOGOR, LINDUNGIANAK.COM.- Kasus perceraian di Kota Bogor terus meningkat. Setiap tahun, sekitar 1.000 kasus gugatan perceraian diterima oleh Pengadilan Agama Kota Bogor. Ada tren baru LGBT menjadi penyebab keretakan rumah tangga.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Bogor Agus Yuspiain menuturkan, alasan perceraian di Kota Bogor semakin bervariasi. Penyebab tertinggi yaitu faktor ekonomi dan perselingkuhan. Adapun mayoritas usia pengaju gugatan di bawah usia 35 tahun.

Selain itu, di antara faktor penyebab perceraian, salah satu yang dianggap mengkhawatirkan adalah perceraian akibat perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dalam rumah tangga.

“Fenomena ini baru terjadi di 2018 lalu, ini cukup mengkhawatirkan. Sudah menikah, ternyata diketahui istrinya LGBT. Padahal, LGBT itu kan biasanya dekat dengan anak muda, tetapi sekarang sudah menyasar rumah tangga, bahkan yang sudah punya anak.  Hal-hal semacam ini yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat,” ujar Agus ketika ditemui di Pengadilan Agama Kota Bogor, Rabu, 27 Februari 2019.

BAJA JUGA :   Up in Arms About Free Online Dating?

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Bogor,  sejak 2015 hingga 2018, kasus gugatan perceraian terus meningkat. Mayoritas didominasi perkara gugat cerai oleh istri.

Pada 2015, angka gugat cerai istri mencapai 1166 perkara. Sementara pada 2018, angka gugat cerai istri mencapai 1355 perkara.

Sementara itu, gugat talak suami angkanya cenderung statis, berkisar 300 setiap tahunnya. Kasus pengajuan perceraian paling banyak berasal dari Kelurahan Semplak, Bogor Barat.

BAJA JUGA :   Traveling Bisa Turunkan Risiko Perceraian

“Sebenarnya peningkatannya tidak signifikan, tetapi yang jelas perempuan paling banyak mengajukan gugat cerai. Untuk yang gugat talak lelaki, angkanya tidak pernah berubah, sepertiga dari jumlah gugat cerai perempuan,” kata  Agus.

Meskipun mengalami peningkatan, Agus menyebutkan, program Pemerintah Kota Bogor untuk menguatkan ketahanan keluarga seperti melalui Sekolah Ibu, dinilai bermanfaat untuk menurunkan angka perceraian. Hal tersebut bisa dilihat dari data angka gugat perceraian pada Desember 2018.

BAJA JUGA :   Tak Bayar SPP, Siswi Disuruh Push-up hingga Trauma

Jika setiap bulannya perkara cerai gugat mencapai ratusan, pada Desember 2018,  perkara cerai gugat merosot hingga angka 42.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian mengungkapkan, Sekolah Ibu telah memberikan dampak besar bagi ketahanan keluarga di Kota Bogor.  Menurut Yane, Sekolah Ibu memang dirancang untuk meningkatkan kapasitas ibu dalam rumah tangga dan mendidik anaknya.

“Sekolah Ibu itu sebenarnya dirancang bukan untuk menurunkan kasus perceraian, itu hanya salah satu indikator-nya.  Fungsi Sekolah Ibu salah satunya ya membentuk ketahanan keluarga, di mana ibu sebagai penopang ketahanan keluarga,” ujar Yane.*

pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here