Sepanjang 2019, KPAI Terima 18 Aduan Terkait Pelibatan Anak dalam Politik

0
191
Jastra Putra, Komisioner KPAI

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat video siswa sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu ‘Pilih Prabowo-Sandi’ bukan kasus pertama pelibatan anak dalam kegiatan politik. KPAI menyebutkan setidaknya ada 18 aduan masuk terkait kasus pelibatan anak dalam kegiatan politik sepanjang 2019.

“Dalam pantauan dan pengawasan yang dilakukan KPAI sepanjang 2019, kasus pelibatan anak dalam politik trennya meningkat. Ada sekitar 18 aduan yang masuk,” kata Komisioner KPAI Jasra Putra, Selasa (26/2/2019).

BAJA JUGA :   Kemen PPPA Maksimalkan Aplikasi Simfoni untuk Tangani Kekerasan Anak

Terkait video itu, Bawaslu akan meminta tim cyber mencari pelaku video tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan tengah melacak lokasi sekolah itu. Mendikbud Muhadjir Effendy mengancam sanksi bagi guru ataupun pihak sekolah bila terbukti ada pelanggaran.

Menurut Jasra, 18 kasus itu dilakukan oleh jaringan tim sukses capres-cawapres hingga partai politik. Sementara 5 kasus dilakukan jaringan timses atau timses capres dan cawapres, lalu 13 kasus pelibatan penyalahgunaan oleh partai politik nasional dengan berbagai bentuk pelibatan, mulai membawa bendera partai, memakai atribut partai, sampai memasang bendera partai politik.

BAJA JUGA :   Tiga Pendaki Remaja Ditemukan Tewas di Gunung Tampomas karena Hipotermia

“KPAI meminta timses nomor urut 01 dan 02, caleg, termasuk keluarga menyetop pelibatan penyalahgunaan anak dalam politik, termasuk upaya-upaya pencegahan,” ucap Jasra.

Sebelumnya, video siswa sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu ‘Pilih Prabowo-Sandi’ beredar ke publik dan menjadi viral. Dalam video yang viral itu, terlihat sejumlah siswa SD kompak bernyanyi.

Para siswa yang ada dalam video itu memakai seragam sambil menyanyi dan menggerak-gerakkan tangan di dalam sebuah ruangan. Ada pula siswa yang berpose dua jari membentuk jari seperti pistol.

BAJA JUGA :   Laporan Studi Kasus Anak Tersandung Kasus Berujung Dikeluarkannya Anak Tersebut dari Sekolah

“Ayo kita pilih Prabowo-Sandi,” dendang para siswa seperti dalam video tersebut.

“Ya tentu ada sanksinya, namanya pelanggaran kok,” ungkap Muhadjir di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2).*

Detik.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here