Chica Koeswoyo Sebut Banyak Kasus Kekerasan Anak Karena Orangtua Tak Siap Mental

0
223
Chica Koeswoyo

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Chica Koeswoyo, mantan artis cilik di era tahun 70an, prihatin terhadap maraknya kasus kekerasan anak yang ada di Jakarta. Beberapa kejadian tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa.

Ketidaksiapan sepasang suami istri yang menikah muda menjadi satu dari banyaknya penyebab terjadi kekerasan pada anak-anak.

“Ini disebabkan karena ketidaksiapan seseorang saat menjadi orang tua. Bukan enggak boleh menikah muda, tapi kan harus ada persiapan mental yang cukup matang,” ucap Chicha yang merupakan Caleg DPR RI Dapil 1 Jakarta Timur di Rumah Aspirasi Chicha Koeswoyo, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (3/3).

Kekerasan terhadap anak juga merupakan buah dari intimidasi yang dialami oleh seorang ibu. Oleh sebab itu, tingkat edukasi para wanita-wanita muda juga diperlukan untuk bisa menangkal permasalahan yang cukup kompleks tersebut.

BAJA JUGA :   Video Viral Ayah Gantung Terbalik Balita, Dipastikan Terjadi di Filipina

“Pendidikan kepada wanita itu sangat penting. Karena ibu ini kan bisa jadi apa saja yang dibutuhkan di sebuah keluarga. Ibu itu multitasking, dia bisa bekerja sambil mengurusi rumah tangga. Jadi bebannya sangat berat,” katanya di tengah acara workshop netizen journalism millenials di lokasi.

Chicha pun berharap agar dirinya bisa ikut berperan untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut apabila nantinya terpilih menjadi Anggota Legislatif DPR.

BAJA JUGA :   Kekerasan Anak Semakin Marak, KPAI Catat 4.164 Kasus

Sementara itu, Pegiat Literasi Maman Suherman yang jadi pembicara di acara tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat memerlukan calon anggota legislatif yang sudah mengetahui hal-hal yang ingin mereka selesaikan ketika duduk di kursi Senayan.

“Permasalahan anak itu kan isu utama. Chicha berfokus pada apa yang ingin ia perjuangkan dalam hak ini perempuan dan anak-anak. Mau saya sih satu, siapa pun calegnya harus punya visi dan misi yang tegas mulai dari sekarang,” kata Maman.

Hal itu diperlukan agar seorang caleg tak perlu lagi belajar dan beradaptasi ketika ia ditunjuk untuk mengurusi permasalahan di komisi tertentu.

BAJA JUGA :   Penculik Anak Duren Sawit Siap Jual Balita Rp2 Juta via Facebook

“Jangan lagi ada caleg yang bilang ‘saya akan belajar sambil bekerja’ ketika dia terpilih. Proses belajar harusnya sudah selesai ketika dia terpilih. Artinya nanti kita akan mendapatkan caleg yang siap bekerja untuk rakyat,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang anak berumur 3 tahun bernama Sifa Handayani diduga tewas di tangan ibunya sendiri, Lisa (22) di kawasan Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/2) lalu.

Lisa yang sudah bercerai dengan suaminya ini diduga depresi lantaran permasalahan keluarga dan ekonomi yang dialaminya sehingga tega menusuk anaknya sendiri hingga tewas.*

wartakota.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here