PATBM Jadi Ujung Tombak Deteksi Kasus Anak di Masyarakat

0
182
Salah satu kegiatan PATBM di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau

LAMPUNG, LINDUNGIANAK.COM – Dewi Astri Sudirman, Koordinator Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Forum PUSPA, menyampaikan bahwa kasus inses di Pringsewu Lampung merupakan keberhasilan kader Pelatihan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dalam mendeteksi kasus kekerasan di lingkungannya.

“Kami memang tidak secara langsung menemui korban yang di Pringsewu, namun dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk tim pendamping yang di sana, itu sudah cukup. Karena kasus inses seperti ini tentu membutuhkan penangaman dan perlakuan khusus,” ujarnya, Jumat (1/3).

Mengutip kalimat Kak Seto, Dewi menjelaskan bahwa kasus kekerasan anak ini serupa gunung es. Meski data yang tercatat semakin banyak, tetapi tetap saja di luar sana masih banyak tindak kekerasan anak lainnya yang tidak tersentuh.

BAJA JUGA :   Anak Korban Pencabulan Dapat Support Group dan Pembinaan

PATBM sendiri merupakan sebuah gerakan kelompok masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi dengan tujuan perlindungan anak. Gerakan ini sebagai bagian dari program Kemen PPPA.

Kader PATBM yang menjadi ujung tombak pendeteksi kasus kekerasan dan melakukan upaya pencegahan sebelum terlanjur terjadi ini dibekali workshop PUHA (Pengarusutamaan Hak Anak), PUG (Pengarusutamaan Gender), paralegal, pemulihan psiko-sosial, dan reintegrasi.

Diawali dengan memetakan profil anak-anak di lingkungan RT tiap kader, mulai dari umur, jenis kelamin, hingga status kebutuhan jika terdapat anak berkebutuhan khusus, maka pencegahan bukan hal yang mustahil dilakukan.

BAJA JUGA :   Pelajar Kepri Target Peredaran Narkoba

Jumat sore (1/3) itu, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, sedang mendapatkan giliran jadwal sosialisasi. Diikuti sebanyak 30 kader yang berasal dari delapan kelurahan se-Kecamatan Panjang.

Di Bandar Lampung sendiri, daerah Panjang Selatan dan Way Lunik menjadi fokus utama, karena di daerah ini sempat mencuat kasus human traficking dengan koban anak-anak di bawah umur. Dewi mengatakan bahwa ada 10 korban yang dideteksi, tetapi hanya dua anak yang kemudian mendapatkan pendampingan.

Hal ini berkaitan dengan stigma masyarakat akan korban kekerasan anak terlebih kekerasan seksual. Maka dari itu, PATBM ini sangat penting dijalankan di sisi melindungi anak agar tidak menjadi korban, juga melindungi, dan memberikan edukasi kepada masyarakat atas apa yang dialami oleh korban.

BAJA JUGA :   Komplotan Pemalak Cilik Diringkus Polisi Saat Beraksi

Jika selama ini pada setiap kasus kekerasan anak yang muncul ke media lebih didominasi oleh berita-berita kronologi kejadian dan tindak kejahatan yang dilakukan, alangkah lebih baik jika masyarakat secara luas mengetahui bahwa di luar sana masih banyak pihak-pihak yang saling bergandengan tangan, menghabiskan tenaga, dan keringat untuk melindungi anak-anak di Bumi Pertiwi.

Karena uluran tangan pemerintah tanpa bergandengan dengan warga negaranya tidak akan pernah mampu menjangkau hingga sudut-sudut pemukiman warga, di mana para predator itu menyamar dan bersembunyi. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here