Suami Bunuh Istri dan Bayi 40 Hari Diduga karena Ditolak Bercinta

0
277

CILEGON, LINDUNGIANAK.COM Seorang suami, Armi Samudera (33) membunuh istrinya, Anis Purwani (30) dan anaknya Atarayan Rizki yang baru berusia 40 hari. Dugaan tindakan kejam itu karena pelaku meminta berhubungan badan tapi ditolak.

Kasus itu terjadi di Ciore Waseh, Grogol, Kota Cilegon. Pembunuhan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya, mertua mendengar tangisan Armi pada dini hari.

“Saya nggak tau ini-nya, tau-tau udah di bawah ranjang saja. Suaminya itu diem saja nangis, kirain kenapa itu kirain ngelindur yang pertama ngeliat kakak, jam 03.00 WIB ngedenger suara nangis suaminya itu,” kata kerabat korban, Lilis kepada wartawan, Senin (4/3/2019).

Saat pintu didobrak, keluarga melihat Anis dan Atarayan Rizki sudah tewas bersimbah darah. Keluarga tak mengetahui motif pelaku menghabisi nyawa korban.

Mengetahui itu, pihak keluarga langsung melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Polisi yang datang langsung mengamankan pelaku dn membawa korban ke RSUD Dr Drajat Prawiranegara, Serang.

Keterangan itu diperoleh pihak kepolisian yang datang ke lokasi. Polisi yang menndapatkan informasi bahwa ada kasus kekerasan dalam rumah tangga langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolrea Cilegon untuk diamankan. Dari keterangan awal, Armi tega menghabisi istrinya lantaran korban menolak ajakan berhubungan badan si pelaku. Karena kalap, pelaku langsung menghabisi nyawa sang istri.

“Karena ketidakharmonisan keluarga saja, pelaku minta berhubungan tapi ditolak,” kata Kapolsek Pulomerak, Kompol Supandriatna saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2019).

Penolakan sang istri terhadap ajakan suami berujung hilangnya nyawa, pun dengan anaknya yang masih berusia 40 hari.

“Intinya mah itu, ketidakharmonisan keluarga, cek coknya di ranjang, korban ini nggak mau, ‘nanti aja, nanti aja’ begitu (kata korban),” lanjutnya.

Supandriatna mengatakan, anak usia 40 hari itu ikut tewas karena diduga terinjak-injak saat suami-istri itu ribut di atas ranjang. Namun, anak tiri pelaku selamat dan hanya menangis melihat sang ibu tewas bersimbah darah.

“Bayinya ini mungkin keinjek-injek, karena kan ributnya di ranjang, tapi yang satunya selamet,” tuturnya.

Awalnya Pelaku Ngaku Korban Tewas Kesetrum

Pelaku mengaku keduanya kesetrum saat diketahui keluarga. Pengakuan pelaku itu terungkap saat ditanya oleh mertua dan kerabat sang istri ketika pertama kali melihat korban meninggal dunia. Salah seorang kerabatnya bertanya penyebab kematian tersebut.

Pelaku malah mengaku bahwa istri dan anaknya itu tersetrum. Keluarga tak lantas percaya karena posisi korban bersimbah darah. Pihak keluarga korban langsung melapor ke polisi.

“Iya lapor polisi, bilangnya tadinya kesetrum cuma nggak ada yang percaya kalau kesetrum kan gosong,” kata kerabat korban, Lilis Khumairiyah, Senin (4/3/2019).

Lilis mengatakan, kondisi kemenakannya itu sangat mengenaskan. Pihak keluarga belum tahu motif pelaku tega membunuh anak dan istrinya sendiri.

“Ya kalau rumah tangga mah ada aja itu, cuma udah dibilangin kalau nggak ini… mah udah gitu ya, tapi suaminya nggak mau pisah,” kata dia.

Pelaku asal Garut, Jawa Barat itu kini diamankan di Polres Cilegon. Pihak kepolisian hingga kini masih memeriksa pelaku secara intensif untuk meggali motif pembunuhan tersebut.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Cilegon. Pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci motif dan kekejaman pelaku.*

Sumber: Detik.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here