Tips Orangtua Kenali dan Hentikan Kekerasan pada Anak

0
143
Prilly M Latuconsina

Oleh: Prilly M Latuconsina

KASUS kekerasan anak yang terjadi di Indonesia, kebanyakan  pelakunya adalah dari mereka yang mengaku paling mencintai mereka.

Kita mungkin bisa mengatakan bahwa itu tidak terjadi di mana kita tinggal. Kita mungkin percaya bahwa kita juga tidak mengenal anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan tersebut.

Jangan salah, kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak-anak terjadi di sekitar kita. Anak-anak di kota tempat kita tinggal adalah korban kejahatan yang mengerikan.

Selain itu, pelakunya mungkin rekan kita di tempat kerja, tetangga kita, dan bahkan salah satu dari keluarga kita. Anak-anak di sekitar kita menjadi korban kekerasan dan kuncinya ada pada kita untuk membantu mengakhiri itu semua.

Berikut ini adalah cara – cara kita untuk membantu menghentikan atau meminimalisir kekerasan terhadap anak.

  1. Kenali Tanda-tanda

Langkah pertama dalam membantu mencegah kekerasan anak adalah mengenali tanda-tanda. Yang pasti, mungkin sulit untuk mengenali ketika seorang anak disalahgunakan, karena tanda-tanda tidak selalu terlihat oleh mata.

Memang, kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu bersifat fisik. Bentuk lain dari kekerasan dalam rumah tangga termasuk pelecehan verbal, pelecehan emosional, dan penyalahgunaan ekonomi.

Seiring dengan ini, ada kemungkinan bahwa anak-anak yang menderita tidak akan berbicara atas nama mereka, karena begitu banyak anak menderita dalam keheningan dan memilih untuk tutup mulut.

  1. Meningkatkan kesadaran

Pengetahuan adalah kekuatan. Mendidik orang-orang di sekitar kita tentang realitas kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan di sekitar lingkungannya. Memberikan sebuah wadah dukungan bagi orang tua untuk mengajari mereka tentang perawatan anak dan strategi pengasuhan anak.

Dengan berkembangnya teknologi tentunya kita bisa menggunakan media, video atau teks yang bisa disebarkan kepada siapapun yang berada dalam lingkungan kita misalkan  memberikan awareness tentang pentingnya menjaga anak mengirim pesan broadcast melalui aplikasi Whastapp, sms, facebook dan  social media lainnya.

  1. Memberi contoh positif kepada anak
    Sering kali kita mendengar  bahwa anak-anak adalah peniru yang hebat. Mereka sering mencontoh apa yang mereka pelajari dan alami dari orang dewasa dalam kehidupan mereka. Model dan peran terbesar dalam kehidupan anak adalah orang tua.

Bagi anak-anak yang telah menyaksikan orang tua melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap yang lain menyebabkan anak-anak ini akan lebih cenderung untuk mengulang ini nanti dalam kehidupan dewasa mereka dengan pasangan atau lingkungan sosialnya.

Hal ini pun yang sering menjadi alasan anak menggunakan narkoba dan penyalahgunaan alkohol di kemudian harinya. Untuk mematahkan siklus penyalahgunaan di masa depan itu, maka sangat perlu bagi kita untuk memberikan contoh perilaku yang mengayomi, perhatian dan menyayangi, menahan diri dan jangan tunjukan hal negative depan anak- anak.

  1. Pendidikan agama dan pendidikan karakter
    Pentingnya fungsi agama disini adalah  pondasi untuk mengingatkan kita pada norma norma atau rambu kehidupan dalam berinteraksi antar sesama.

Dalam ajaran agama pun kita diharuskan dapat menahan diri dari hal hal buruk yang dapat berakibat fatal  bagi kehidupan terutama bagi kehidupan anak. Sekolah merupakan institusi yang dapat memberikan penilaian terhadap perilaku anak dibantu dengan aktifitas-aktifitas sekolah yang positif dan sekolah harus mampu menjadi wadah komunikasi antara orang tua dan pendidik untuk membantu pembentukan karakter anak.

  1. Berkomunikasi dengan anak
    Apapun yang menjadi keinginan anak harus diakomodir, biasakan lah untuk memberikan pilihan terbaik dan masukan untuk anak, arahakan sesuai potensinya bukan mengikuti kehendak dan ego kita.

Dukunglah semampu kita karena usia dini merupakan saat yang tepat untuk membangun karakter dan moral anak untuk lebih percaya diri dan mampu bersaing positif di lingkungannya dengan apa yang mereka miliki dan kuasai.

Cobalah untuk mendengar ceritanya, hargai pendapat dan seleranya, dan tetap bisa belajar untuk melihat masalah dari sudut pandang anak. Dan ajarkan bahwa tidak boleh ada yang menyentuh daerah pribadi mereka.

  1. Berperan aktif, waspada dan lapor

Jika kita menemukan atau menduga terjadinya kekerasan terhadap anak yang berada disekitar kita, tegurlah dengan tegas demi masa depan anak. Jika tidak mampu untuk menegur maka laporkan kepada penegak hukum, karena dengan pelaporan tersebut kita dapat mencegah hal yang lebih buruk terjadi dan suatu hukuman yang berat dapat memberikan shock terapi kepada pelakunya untuk tidak melakukannya lagi.

Seperti paparan sebelumnya bahwa banyak orang tua yang tidak sadar bahwa perilakunya merupakan suatu kekerasan terhadap anak. Perlu diketahui juga banyak kasus kekerasan anak dilakukan oleh pelaku yang dikenal anak tersebut.

Dengan demikian, kita sebagai individu yang bermasyarakat harus lebih peka dan peduli terhadap sekitar kita, dengan tidak membiarkan kekerasaan-kekerasaan anak ini terjadi berarti kita ikut dalam mencerahkan dan menentukan masa depan lebih baik bagi anak tersebut.

Membangun pribadi anak menjadi lebih baik adalah suatu kewajiban. Hadirnya KPAI yang bersinergi dengan kepolisian di Indonesia diharapkan dapat  menjadi wadah untuk memerangi secara maksimal teror dan wabah berbahaya ini. Kita ingin generasi mandatang menjadi generasi yang dapat dibanggakan, menjadi generasi juara. Menjadi generasi harapan bangsa.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here