Ini Alasan Wali Murid Polisikan Guru yang Cukur Ngawur Anaknya

0
183
Orangtua dan siswa yang rambutnya dicukur tak beraturan saat membuat laporan ke polisi. Foto: detik.com

BANYUWANGI, LINDUNGIANAK.COM – Sekitar 20 anak SD Kecamatan Rogojampi Banyuwangi bersama dengan orangtuanya melaporkan salah satu guru ke polsek setempat.

Pasalnya, sang guru mencukur gundul para siswa dengan bentuk tak beraturan (petal) saat ekstra kulikuler silat di sekolah setempat.

Para wali murid dan siswa tersebut melaporkan AAS, salah satu guru honorer sekolah tersebut ke Polsek Rogojampi, Banyuwangi, Senin (11/3/2019).

Kejadian tersebut terjadi, Jumat (8/3) lalu. 20 Siswa tersebut mengikuti ekstra kulikuler silat di sekolah. AAS selaku penanggungjawab kegiatan tersebut mengajak dua orang pelatih silat dari luar untuk melatih anak-anak itu.

Pada saat latihan, siswa-siswa tersebut malah dipangkas rambutnya tak beraturan. Padahal, rambut para siswa tersebut masih pendek. Bahkan salah satu anak yang mengalami cidera di kepala karena gunting.

“Sebenarnya yang memotong rambut itu dua orang pelatih silat luar. Tapi kita melaporkan AAS yang memerintahkan memotong. Sebab saat itu dia yang memerintahkan tapi tidak di lokasi dia itu,” ujar Mustono, salah salah satu wali murid kepada detikcom.

Mustono mengaku tidak terima anaknya diperlakukan seperti ini. Lantaran kejadian ini, anaknya enggan bersekolah karena malu.

“Anak saya tidak mau sekolah. Malu rambutnya petal seperti ini,” ujarnya. Pelaporan ini dikarenakan perbuatan guru yang dianggap tidak manusiawi. Sang guru mencukur gundul para siswa dengan bentuk ngawur alias petal (Tak beraturan).

Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setya Budi membenarkan adanya pelaporan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan para pelapor.

“Memang benar ada laporan itu. Kami saat ini melakukan pemeriksaan kepada anak-anak yang menjadi korban,” tambahnya.*

Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here