Parenting Digital untuk Antisipasi Kekerasan Seksual terhadap Anak

0
224
Parenting digital sangat penting mengawasi anak berinteraksi dengan internet. (pixabay)

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Kasus kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak makin menjadi-jadi. Terutama di media daring. Hal itu dipicu semakin mudahnya anak-anak mengakses internet.

Berdasar data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), 75 persen anak berusia 10-12 tahun telah menggunakan handphone dan memiliki media sosial.

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen-PPPA Nahar menyebut, pada era digital saat ini anak-anak semakin mudah mengakses gadget dan ponsel pintar.

“Anak yang terlahir di atas tahun 2000 sudah terpapar teknologi sejak lahir (digital native),” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Lindungianak.com, Minggu (10/3).

BAJA JUGA :   Chica Koeswoyo Sebut Banyak Kasus Kekerasan Anak Karena Orangtua Tak Siap Mental

Semakin mudahnya anak-anak mengakses internet ternyata berdampak pada tindak kekerasan. Menurut data Bareskrim Polri, rentang 2016 hingga 2018 terdapat 1.127 kasus eksploitasi seksual anak.

Sementara data KPAI lebih miris lagi. Hingga 2016 tercatat 1.809 kasus eksploitasi anak online.

“Maka perlu adanya perlindungan khusus bagi anak di internet. Karena, internet dan media sosial merupakan gerbang masuknya anak menjadi korban eksploitasi seksual,” terang Nahar.

BAJA JUGA :   Dua Bayi Tewas Dianiaya Orangtuanya

Di sisi lain, sebut Nahar, sebetulnya internet juga membawa dampak positif pada anak. Seperti untuk edukasi, hiburan, kreativitas, dan sebagainya.

“Kita harus memprioritaskan hak-hak anak, serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta keterampilan anak dalam menggunakan internet dengan aman,” ungkap dia.

Untuk itu, Kemen PPPA bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia. Kerja sama itu dalam hal memberikan ruang bagi anak untuk bersuara agar mereka benar-benar didengar oleh para pembuat kebijakan.

BAJA JUGA :   Korban Anak di Kepri Didominasi Kasus Pencabulan dan Kekerasan Fisik

Sebab, anak-anak Indonesia butuh dukungan dan perlindungan dari berbagai pihak terhadap segala risiko dan ancaman yang dapat menimpa mereka. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

“Untuk mewujudkan internet aman bagi anak, sangat dibutuhkan parenting digital dan sinergi kerja sama pemangku kepentingan yaitu orang tua, sekolah, pemerintah khususnya pemerintah desa, dan lingkungan,” sebutnya.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here