Dikasih Es Teler Ibu Kos, Siswi SMK Terbangun di Pelukan Bapak Kos

0
259
Ilustrasi pencabulan

SULAWESISELATAN, LINDUNGIANAK.COM – Seorang siswi SMK terbangun di pelukan bapak kos berinisial S hingga membuatnya kaget bukan kepalang.

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun ini terbangun di pelukan bapak kos sebelumnya sempat minum es teler bareng ibu kos bersama ketiga rekannya.

Lebih kagetnya lagi, celananya sudah dalam kondisi melorot saat siswi SMK terbangun di pelukan bapak kos-nya di wilayah Kapubaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sul-sel).

Lindungianak,com melansir TribunTimur seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, kaget bukan kepalang.

Beberapa jam setelah meminum es teler dari ibu kos bersama tiga rekannya, S terbangun di pelukan bapak kos berinisial EN (38) dengan celana sudah melorot.

S juga merasakan sakit pada bagian kemaluannya.

Atas kejadian itu, S dan tiga rekannya yakni N, F dan FR, melaporkan EN ke Polres Jeneponto atas dugaan pemerkosaan.

Dalam laporan nomor LP/B/90/III/Res.1.4./2019/Sulsel/ Res Jeneponto tertanggal 5 Maret 2019, korban mengaku disetubuhi.

Kepada awak media S menceritakan kronologi dugaan pemerkosaan yang dialaminya.

Menurut korban saat itu dirinya sedang menyapu di rumah kos milik EN di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Selama ini, S bersama N, F dan FR, ngekos di rumah tersebut.

Lalu ibu kos yang juga istri EN datang dan menawarkan empat es teler untuk S bersama tiga rekannya.

“Saat itu saya sedang menyapu, lalu datang istrinya bawa es teler. Istrinya bilang ini es teler buat kamu minum sama temanmu. Lalu saya bagi es itu dan kami minum,” kata S, Jumat (8/3/2019).

Usai meminum es teler pemberian ibu kos, empat siswi tersebut merasa pusing. “Tidak lama kemudian setelah esnya habis saya merasa pusing dan saya masuk kamar,” ujarnya.

Setelah masuk ke dalam kamar, S sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Berselang dua jam setelah minum es teler dari ibu kos tersebut, korban terbangun dengan posisi dalam pelukan EN.

S juga menemukan celananya sudah melorot dan merasakan sakit pada bagian kemaluannya.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman mengaku telah mengamankan terduga pelaku.

“Kita sudah mengamankan terduga pelaku dan dalam proses sidik,” kata Boby, Sabtu (9/3/2019).

Diketahui pelaku EN (38) bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di sebuah ruko di kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

 

Keluarga Korban Demo

Atas kejadian itu, puluhan keluarga korban dugaan pemerkosaan pelajar mendatangi Mapolres Jeneponto, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Jumat (8/3/2019)

Salah seorang keluarga Nur Alim mengaku tujuannya ke Mapolres Jeneponto untuk meminta keadilan.

“Tujuan dari pada kedatangan kami kemari untuk meminta keadilan, di mana keadilan harus ditegakka seadil-adilnya sesuai perlakuan terduga pelaku terhadap keluarga kami,” kata Nur Alim, Sabtu (9/3/2019).

Ia menduga ada kesengajaan tindakan pemerkosaan dengan suguhan minuman yang diberikan kepada para korban.

S menuturkan kronologi kejadian. “Saat itu saya sedang menyapu, lalu datang Istri EN memberi empat es teler dan berkata ini es teler minum kasi juga temanmu,” kata S.

“Saya pun langsung kasi es itu ke 3 teman saya dan minumnya bersama, setelah esnya habis kepala saya terasa pusing dan langsung masuk kamar,” ujarnya menambahkan.

Setelah itu korban mengaku sudah tidak tahu apa-apa. Pada saat bangun, dia melihat celana yang digunakannya sudah melorot hingga lutut dan merasa kesakitan pada bagian kemaluannya.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman kepada TribunJeneponto.com mengatakan terduga pelaku sudah diamankan.

Diketahui S (16) bersama ketiga temannya ngekos di rumah terduga pelaku karena sedang praktik kerja lapangan (PKL) disalah satu sekolah di Jeneponto.

Sementara terduga pelaku merupakan seorang wiraswasta yang tinggal di sebuah ruko di Kecamatan Binamu, Jeneponto.*

Sumber: tribunnews.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here