PKS Minta Caleg yang Dilaporkan Cabuli Anak Kandung Serahkan Diri

0
261
Anggota Advokasi Hukum DPP PKS, Zainudin Paru

PASAMAN, LINDUNGIANAK.COM –  Seorang calon legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dilaporkan ke polisi, karena diduga mencabuli anak kandungnya sendiri. Pelapor adalah keluarga si caleg.

“Iya, memang ada laporan yang masuk (ke Polres). Sedang dalam penyelidikan kita,” kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Iman Pribadi Santoso kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Caleg itu berinisial ‘AH’. Dalam laporan, korban ‘CA’ mengaku dicabuli ayah kandungnya sejak kecil. Korban yang saat ini berusia 17 tahun lalu bercerita kepada neneknya yang kemudian meneruskan laporan ke polisi.

“(Nama) terlapor ini sudah diakui oleh korban. Berinisial ‘AH’ yang masih dalam proses pencarian,” jelas Iman.

Iman mengakui bahwa terlapor merupakan seorang yang kebetulan ikut dalam pemilihan legislatif. Namun yang bersangkutan telah kabur dan meninggalkan Sumatera Barat.

BAJA JUGA :   Soal Siswa dengan HIV/AIDS, KPAI Sesalkan Terjadi Diskriminasi di Sekolah

“Kebetulan lagi nyaleg dia, caleg PKS. Baru dilaporkan dan masih kami lakukan penyelidikan,” kata Iman.

Iman belum bisa memastikan apakah korban mendapatkan ancaman atau tidak oleh terlapor sehingga kasus ini baru dilaporkan. Pihaknya masih terus mendalami dan akan mengumpulkan bukti-bukti.

“Ya atau tidak ada ancaman (diselidiki). Namanya anak engga tahu engga ngerti sehingga setelah dewasa ini baru tahu (dan dilaporkan). Masih kami lakukan penyelidikan,” tuturnya.

PKS Minta Kadernya Bertanggungjawab

PKS meminta calegnya yang dilaporkan mencabuli anak kandungnya sendiri untuk pulang, bertanggung jawab dan menjelaskan semua tuduhan. Saat ini si caleg masih belum diketahui rimbanya.

Ketua DPD PKS Kabupaten Pasaman Barat, Fajri Yustian mengakui, mengakui AH merupakan salah satu calegnya untuk DPRD Kabupaten Pasaman Barat. AH adalah caleg petahana. Sejak kejadian, yang bersangkutan sudah tidak ada di daerah lagi.

BAJA JUGA :   Geram, Warga Polisikan Bapak Tiri yang Aniaya dan Kencingi Dua Anaknya

“Beliau ini sudah lari ke Jawa, saya sudah berulang kali mencoba komunikasi untuk klarifikasi, tapi (nomor telponya) tidak bisa dihubungi. Orang terdekat dengannya sudah saya sampaikan pesan lebih baik menyerahkan diri dan klarifikasi,” kata Fajri kepada Detikcom, Rabu (13/3/2019) seperti dikutip Lindungianak.com.

Menurut Fajri, pihaknya sedang melakukan investigasi mendalam atas laporan terhadap sang Caleg. Partai mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan pihak kepolisian.

“Proses hukum dihormati, kami dukung proses yang dilakukan polisi. Hanya saja, kami belum bisa melakukan cross-check, karena yang bersangkutan tak bisa dihubungi,” kata dia.

“Tapi tetap pada prinsipnya PKS tidak menolerir sikap, prilaku hal sedemikian, siapapun pelakunya. Kalau terbukti silakan hukum, hukum seberat-berat. Tapi silakan yang bersangkutan kesempatan untuk melakukan klarifikasi tapi sayangnya tidak bisa dihubungi. Kami PKS selalu proaktif untuk menghubungi yang bersangkutan,” tutupnya.

BAJA JUGA :   Viral Video Siswa SMP di Gresik yang Menantang Guru Setelah Ditegur karena Merokok dalam Kelas

Caleg PKS untuk DPRD Kabupaten Pasaman Barat berinisial ‘AH’ dilaporkan keluarganya sendiri ke polisi sejak 7 Maret lalu. AH maju adalah caleg petahana PKS di dapil Pasaman Barat tiga.

AH diduga melakukan pencabulan anak kandungnya sendiri. Dalam laporan yang diterima polisi disebutkan bahwa pencabulan berlangsung sejak korban berusia 3 tahun.

“Jadi, anak ini sudah dicabuli sejak usia 3 tahun. sampai sekarang usia 17 tahun,” kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso.

Iman belum bisa memastikan apakah korban mendapatkan ancaman atau tidak oleh terlapor sehingga kasus ini baru dilaporkan. Pihaknya masih terus mendalami dan akan mengumpulkan bukti-bukti. *

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here