Lakukan Curanmor Berulang-ulang, Proses Hukum 3 ABH Berlanjut

0
292
Komisioner KPPAD Batam saat melakukan asesmen terhadap tiga anak pelaku curanmor yang ditahan di Polsek Sagulung

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam mengunjungi Polsek Sagulung Batam untuk melihat dan melakukan asesmen terhadap tiga anak yang menjadi pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor), Sabtu (16/3/2019).

Dua komisioenr KPPAD Batam yang turun melakukan asesmen adalah Wakil ketua KPPAD Batam Nina Inggit dan komisioner Aznedra. Kedatangan komisioner KPPAD Batam di Polsek Sagulung ini ingin mengetahui sejauh mana proses hukum yang dilakukan terhadap 3 anak, satu laki-laki dan dua perempuan yang baru ditangkap polisi karena tersangkut kasus curanmor.

Pihak Polsek Sagulung, Batam tetap melanjutkan proses hukum terhadap tiga anak yang terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor di 20 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Batam. Sementara dua tersangka lainnya masing-masing satu pelaku pencuaian dan satu panadah sudah berusia dewasa.

Dua pelaku anak atau anak berhadapan hukum (ABH)  ini  ditahan di dalam sel tahanan Polsek Sagulung sambil menunggu berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejari Batam dalam waktu dekat. Hal tersebut mengingat tersangka anak masa penahanannya di kepolisian paling lama 15 hari.

BAJA JUGA :   Tanggung Jawab Ayah pada Anak Pasca Perceraian

Sementara satu tersangka anak lagi berjenis kelamin perempuan tidak dilakukan penahanan, namun dikenakan wajib lapor sambil proses hukum berjalan. Ini dilakukan karena tersangka anak yang satu ini masih berusia di bawah 14 tahun. Berdasarkan UU No 11 Tahun  2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang menjadi acuan untuk penanganan ABH, tersangka anak di bawah 14 tahun tidak bisa dilakukan penahanan.

Ketua KPPAD Batam Abdillah kepada Lindungianak.com  mengatakan para pelaku termasuk dua remaja perempuan diproses karena pelaku anak melakukan kejahatannya yang berulang-ulang dan ancaman hukuman pidananya lebih dari 7 tahun sehingga tidak bisa didiversi.

‘’Kita akan dampingi proses hukum terhadap ABH ini,’’ ujar Abdillah.

BAJA JUGA :   Penculik Anak Duren Sawit Siap Jual Balita Rp2 Juta via Facebook

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku ini adalah RFP bersama kekasihnya MZ serta IPS bersama MC. Pasangan remaja ini semuanya masih di bawa umur dan namun sudah putus sekolah.

Selain kedua sejoli itu, Polisi juga mengamankan ZF (21) yang membeli satu unit sepeda motor hasil curian dari keempat pelaku.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto mengatakan, utuk ZF sendiri dikenakan pasal penadah, karena membeli sepeda motor curian dari empat pelaku tersebut.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri merasa prihatin dengan aksi kriminalitas yang dilakukan oleh anak di Koata Batam. Sudah banyak anak terlibat kasus pencurian, terutama pencurian sepeda motor.

”Pelaku pencurian tidak saja anak atau remaja laki-laki, tapi juga remaja perempuan. Kasus banyaknya anak terlibat tindak pidana  menunjukan bahwa rentannya kondisi keluarga di Batam sehingga anak-anak tersebut tidak sekolah, bergaul bebas di luar rumah dan  tidak pengasan dari orangtua,” ujar Erry.

BAJA JUGA :   Viral Video Sekumpulan Siswa SMP Bully Guru

Hal ini menurut Erry harus menjadi perhatian semua pihak mulai orangtua, guru, masyarakat dan pemerintah daerah. Kenapa sampai anak sering melakukan pencurian, kenapa ada anak sampai putus sekolah hingga terjadi pergaulan bebas, sejauh mana pengasuhan orangtua.

”Ada fungsi-fungsi perlindungan anak yang tidak jalan, mulai deri orangtua,  guru, masyarakat, pemerintah. Terutama fungsi orangtua dalam mengasuh, mendidik dan mengawasi anaknya. Bila tidak jalan di dalam  keluarga maka akan bermasalah di sekolah, masyarakat dan akhirnya berususan dengan hukum,” papar Erry.

Untuk itu, Erry berharap semua pihak melaksanakan fungsinya masing-masing dalam perlindungan anak. Guru bagaimana anak dapat pendidikan dan pembinaan di sekolah sehingga tidak sampai putus sekolah, masyarakat membantu mengawasi prilaku anak dan pemerintah daerah mencegah permasalahan anak dengan program dan kegiatan yang tepat sasaran.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here