Tiga Bocah Jadi Korban Pencabulan Terungkap saat Korban Ketahuan Merokok

0
207
Saung lokasi terjadinya pelecehan seksual pada tiga bocah di bawah umur di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. (Tribun Jabar)

JAWA BARAT, LINDUNGIANAK.COM – AW (70), seorang kakek warga Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat tega melakukan pencabulan terhadap tiga bocah di bawah umur, yang juga merupakan tetangganya sendiri. Satu korban berusia 9 tahun sementara dua korban lainnya berusia 8 tahun.

Peristiwa pencabulan tersebut awalnya terungkap ketika satu di antara ketiga korban tersebut kedapatan sedang merokok oleh teman-teman di sekolahnya.

“Awal ketahuannya itu dari permasalahan rokok jadi waktu korban merokok, teman-temannya yang lain mergokin,” ucap Magih (40), anggota keluarga korban, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (18/3/2019), seperti dikutip Lindungianak.com dari Tribun Jabar, Selasa (19/3/2019).

Teman-teman korban yang melihat tindakan tak terpuji yang dilakukan korban itu kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada gurunya.

Guru yang mendapat laporan dari siswanya kemudian memanggil korban untuk dimintai keterangan.

Dari keterangan korban, dirinya mengaku mendapatkan rokok karena diberi oleh pelaku AW. Dari kejadian itulah, semua pencabulan yang dialami ketiga korban terungkap.

BAJA JUGA :   Kabur dari Rumah, Dua Gadis Remaja Jadi Korban Pencabulan 3 Orang Pria Baru Dikenal

“Korban mengakui dikasih dan diajari merokok oleh pelaku. Korban pun mengaku suka diraba-raba oleh pelaku,” ungkapnya.

Guru korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut merasa miris lantaran muridnya yang masih di bawah umur menjadi korban tindakan tak senonoh oleh orang yang harusnya memberikan contoh baik.

Kepada guru di sekolahnya, korban mengaku bahwa pelaku kerap kali menyentuh area intimnya dengan iming-iming akan diberikan uang jajan.

“Setelah itu, pihak sekolah datang dan mengkonfirmasi ke orang tua ketiga korban itu, termasuk ke saudara saya,” jelasnya.

Para korban pencabulan AW ternyata sempat memberikan perlawanan saat tindakan tak senonoh tersebut tengah dilancarkan oleh pelaku.

“Jadi yang dua lainnya sempat digerayangi, itu pun saat salah satu korban tak mau disentuh, tangan tersangka dipukul, korban itu seorang langsung lari,” bebernya.

Pihak keluarga telah melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian pada Senin (4/3/2019) lalu.

BAJA JUGA :   Jadi Sorotan Pusat, 154 Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Kaltim

“Sekarang kami sudah melaporkannya ke pihak kepolisian, anak-anak juga sudah divisum,” tuturnya.

Magih, selaku perwakilan dari pihak keluarga korban sendiri tak ingin menyebutkan waktu persisnya kejadian pencabulan tersebut.

Hanya saja, diduga kejadian tersebut terjadi sejak sebelum bulan Maret 2019. “Yang pasti bukan hanya sekali terjadi,” tukasnya.

Akibat tindakan tak senonoh yang dilakukan oleh pelaku, ketiga korban mengalami trauma berat. Bahkan satu di antaranya sampai pindah domisili ke Jakarta lantaran tak ingin untuk bersekolah lagi.

Sementara dua korban lainnya yang masih tinggal di Cisitu harus selalu ditemani dan ditunggui saat berangkat sekolah.

“Yang satu kan pindah, nah yang dua lagi masih bersekolah di sini, sekarang itu jadi tidak mau sekolah, jadi sekarang masuk (sekolah) besoknya tidak mau sekolah,” pungkasnya.

Tak hanya itu, saat melakukan proses visum di RSUD Sumedang, ketiganya sempat merasa ketakutan lantaran dokter yang menangani proses visum itu berusia hampir sama dengan pelaku AW.

BAJA JUGA :   Aku Jadi Korban Kekerasan Fisik dan Seksual Ayah Tiri

Dari hasil visum yang telah dilakukan, terbukti bahwa ketiga korban tersebut memiliki luka robek di bagian organ intim yang membuktikan bahwa telah terjadi pencabulan terhadap ketiganya.

AW memberikan iming-iming berupa uang jajan kepada ketiga korbannya itu demi melancarkan aksinya tersebut.

Uang jajan yang ditawarkan pelaku berjumlah tak seberapa, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 3.000.

Iming-iming uang jajan tersebut awalnya diberikan oleh pelaku agar korban mau berdekatan dengannya. Setelah berhasil terbujuk, pelaku kemudian mencabuli korban.

Pencabulan tersebut terjadi tak hanya sekali dan tidak berlokasi di tempat yang sama.

“Dua kali di rumah pelaku, lalu di kandang ayam dekat desa, katanya korban ditiduri, dan terakhir di pinggir kolam dekat pesantren,” ucap Magih.

Tak hanya melakukan pencabulan terhadap ketiga korban, pelaku tampaknya juga mengajarkan para korban untuk merokok.

“Tak hanya iming-iming uang, korban juga diajari merokok oleh pelaku,” ungkapnya.*

Sumber: Tribun Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here