KPPAD Kepri Ingatkan Hak Anak Terkait Pemberitaan Sepasang Remaja Terjaring Razia

0
231
Foto remaja yang terjaring razia setelah dikomplain dan dilakukan blur oleh media yang bersangkutan

TANJUNGPINANG, LINDUNGIANAK.COM – Razia yang dilakukan Satpol PP Provinsi Kepri dapat dukungan dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri dalam rangka untuk menegakkan Perda  Kepri No 7 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan, razia tersebut bisa mengantisipasi munculnya pergaulan bebas dan  perbuatan asusila di kalangan remaja, aksipencabulan,  perbuatan pelanggaran hukum yang dilakukan pada anak atau oleh anak. ” Kalau bisa terus dilanjutkan dan rutin,” ujarnya, Selasa 926/3/2019).

Namun razia yang dilakukan dan penangganannya bila yang terjaring adalah anak maka penangganannya harus  ramah terhadap anak, dalam artian jangan sampai melanggar hak-hak anak, termasuk dalam hal pemberitaan.

”Jangan sampai anak yang terjaring dieskpose tanpa memperhatikan perlindungan hak identitas anak, baik kepada anak sebagai pelaku dan anak sebagai korban. Wajah anak harus diblur dan identitasnya harus disamarkan untuk menghilangkan stigma dan beban mental bagi anak,” ujar Erry.

BAJA JUGA :   Media Mainstream dan Medsos Dilarang Publis Identitas Korban Anak

Hal ini sampaikan Erry menyikapi dalam berita razia Satpol PP terhadap sepasang pelajar yang melakukan mesum tersebut dibaca oleh masyarakat tanpa memblur foto ramaja yang kena razia. Terhadap temuan tersebut, KPPAD Kepri sudah mengajukan komplain terhadap narasumber dan media yang bersangkutan dan sudah  dilakukan perubahan sehingga foto anak akhirnya diblur.

”Hal tersebut kan melanggar hak anak. Mungkin pihak Satpol PP dan media lupa, untuk itu kita mengingatkan dan akan menyurati narasumber dan media yang bersangkutan terkait dengan perlindungan hak identitas anak dalam pemberitaan,” papar Erry

Satpol Amankan  Sepasang Remaja 

Seperti diberikan Seputarkepri.co.id sebelumnya, Tim Cobra Dompak Satpol PP Provinsi Kepulauan Riau mengamankan  sepasanga remaja, Minggu (24/3) malam sekira Pukul 23.00 Wib.

BAJA JUGA :   Langgar UU Perlindungan Anak, KPPAD Kepri Bakal Surati Wajahbatam.id

Kedua remaja tersebut telah melakukan tindakan asusila di semak-semak sekitar Dompak. Sehingga anggotanya membawa ke Pos Tim Cobra, sepasang remaja ini langsung ditertibkan untuk diproses dan diminta keterangan.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kasat Pol PP Provinsi Kepulauan Riau, Subandi, S.Sos, M.Si. Ia mengatakan, mereka terjaring oleh anggotanya dari Tim Cobra Dompak.

‘’Setelah diminta keterangan oleh Penyidik PPNS, mereka masih di bawah umur. Karena  menyangkut Perda Perlindungan Anak maka untuk penanganan selanjutnya kita serahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri,” ucap Subandi kepada wartawan di Pos Cobra Dompak Jembatan Dompak, Senin (25/3) pagi.

Pihaknya akan memproses sesuai bukti-bukti yang didapatkan Tim Cobra Dompak, setelah itu sesuai aturan akan diserahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kepada Orang tua kedua remaja tersebut.

BAJA JUGA :   KPPAD Kepri Ajak Media Massa dan Media Sosial Lindungi Anak

Dia juga menerangkan sesuai Perda dalam memproses yang terjaring, kalau umurnya di bawah 18 tahun ke bawah akan diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri.

‘’Apabila umurnya 40 tahun ke bawah  penanganannya di Satpol PP, dan kalau manula akan diserahkan kepada Dinas Sosila,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini pihaknya preventif melakukan penertiban, dan ke depan sasarannya adalah Aparatur Sipil Negara  (ASN) se-Provinsi Kepri.

Dia berpesan kepada orang tua yang mempunyai anak remaja bisa menasehati supaya tindak terjerumus dengal hal-hal yang bisa merusak masa depan anak tersebut.*

Sumber: seputarkepri.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here