Bayi Lima Bulan Lolos dari Maut Setelah Dikubur Ibunya Hidup-hidup

0
177
Polisi menunjukkan lubang penguburan bayi perempuan di Purwakarta. (Foto: istimewa)

PURWAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Seorang ibu tega mengubur bayinya hidup-hidup di belakang rumah. Bayi perempuan usia lima bulan itu lolos dari maut.

Peristiwa menggegerkan tersebut berlangsung di Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (27/3/2019). Sang ibu, inisial W (35), mengubur anaknya tersebut saat suami bekerja di kebun.

Kapolsek Kiarapedes IPTU Toto Herman Permana menjelaskan terungkapnya penguburan bayi itu bermula saat Atikah (32), bibi korban, datang ke rumah W. Atikah curiga lantaran ponakannya tidak terlihat bersama W. Dia lantas menanyakan keberadaan bayi tersebut.

“Dia (W) menjawab bahwa bayinya tidak ada di rumah atau hilang,” kata Toto via pesan singkat.

Berdasarkan keterangan kepada polisi, Atikah ingat bahwa pada hari sebelumnya atau Selasa (26/3), W sempat menggali sebuah lubang yang akan ditanami sebuah tanaman.

“Kemudian saksi (Atikah) memeriksa ke belakang rumah dan menemukan dua lubang,” kata Toto.

“Selanjutnya lubang yang pertama digali, tapi tidak membuahkan hasil. Lalu menggali lubang kedua dan menemukan ada kain putih dan tangan bayi, kemudian oleh saksi dan dibantu warga membawa bayi tersebut ke Puskesmas Wanayasa,” Toto menambahkan.

Belum diketahui durasi waktu bayi dikubur atau berada di dalam tanah. Bayi tersebut mengalami hipotermia.

“Saat ini bayi tersebut ada RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapat pelayanan lebih intensif,” kata Toto.

Siibu Diduga Depresi 

Polisi masih menyelidiki motif W (35) mengubur bayi perempuannya hidup-hidup. Bayi usia lima bulan itu selamat, kini mendapat perawatan di RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Informasi diperoleh polisi berdasarkan keterangan keluarga, W mengalami depresi sejak mengandung bayi tersebut di usia kandungan 7 bulan. W tega mengubur bayinya itu di area belakang rumah, Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (27/3/2019).

“Dugaan awal pelaku mengalami depresi,” kata Kapolsek Kiarapedes, IPTU Toto Herman Permana melalui pesan singkat.

Guna memastikan kondisi kejiwaan W, polisi akan berkoordinasi dengan dokter. Sejumlah saksi didengar keterangannya berkaitan kejadian tersebut.

“Kita akan lakukan pemeriksaan kejiwaannya (W),” kata Toto.*

Sumebr: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here