Triwulan Pertama, KPAI Awasi 8 Kasus Traficking dan Eksploitasi Anak

0
189
Ai Maryati Solihah

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Menginjak triwulan pertama tahun 2019, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah  mengawasi dan mengadvokasi penanganan sebanyak 8 kasus trafficking dan eksploitasi anak yang menonjol dan sudah ditangani kepolisian. Tahun 2018 lalu, KPAI mengawasi dan mengadvokasi sebanyak 93 kasus trafficking dan eksploitasi anak.

Dalam pers rilis KPAI yang diterima lindungianak.com, Sabtu (29/3/2019), Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak KPAI, Ai Maryati Solihah,  mengungkapkan, kasus trafficking dan eksploitasi anak  tersebut tersebar di berbagai penjuru Indonesia dengan prosentase jumlah korban pada setiap kasus rata-rata di atas 3 orang.

Pada Januari 5 anak dilibatkan dalam prostitusi etalase seks di Bali, kemudian prostitusi menyasar pelajar di Lampung Timur. Di Ambon prostitusi online 8 anak disediakan di sebuah rumah, dan anak dalam gurita prostitusi secara live streaming di Jakarta Barat. Serta kasus terbaru di Bengkulu, Blitar, Jakarta Utara dan Tanjungpinang.

BAJA JUGA :   Soal Kekerasan Seksual terhadap Anak, ini Kata Dokter

‘’Hal ini menampakan fenomena gunung es yang terus mengeras dan sulit untuk diurai,’’ ujar Ai Maryati.

Waspadai Prostitusi Berbasis Online

KPAI kemudian melakuan penelaahan terhadap kasus-kasus tersebut. Hasilnya, tren rekruitment dari 8 kasus tersebut 80 persen dinyatakan melalui prostitusi online, sebab teknologi memberikan kemudahan dalam berinteraksi dan bertransaksi dengan user, kapanpun dan dimanapun.

BAJA JUGA :   KPAI Buka Pengaduan Masyarakat Terkait Pelaksanaan UNBK

‘’Hal ini yang berbeda dengan pola konvensional/off line sebelumnya, yang ditunjukkan oleh perpindahan tempat, penjemputan, penampungan dan pola eksploitasi yang manual,’’ papar Ai.

Pada kasus trafficking dan eksploitasi yang terjadi di Jakarta Barat, pola eksploitasi seksual pun disajikan secara live streaming (pertunjukkan seks anak secara live) sesuai harga yang para mucikari tetapkan.

Dari 8 kasus trafficking dan eksploitasi anak tersebut, jenis media social yang kerap digunakan adalah media social yang mudah dan tidak terlalu asing bagi semua kalangan.

Berikut tabulasi dari 8 kasus prostitusi, 6 diantaranya secara online :

Menurut Ai Maryati, pencegahan dalam ruang pengasuhan keluarga yang baik dan pemenuhan hak anak mengenyam pendidikan formal merupakan kunci menutup rapat peluang anak menjadi korban prostitusi.

BAJA JUGA :   Ibu Pergi Kerja, Bocah Umur 3 Tahun Tewas di Tangan Pacar Ibunya

‘’Anak korban prostitusi menerima kerugian luar biasa seperti dari segi kesehatan reproduksi, terpapar HIV AIDs serta kehamilan tidak diinginkan (KTD),’’ terangnya.

Kemudian,berkurangnya kesempatan melanjutkan pendidikan formal karena akibat ia dikeluarkan dari sekolah, atau rasa rendah diri potensi dibullying teman di sekolah dan di masyarakat, menjadi pribadi yang unskill karena kurangnya penanaman karakter dan keterampilan untuk bekal kehidupannya.*(redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here