Didampingi Polisi, Ibu yang Dorong Anak dari Mobil Minta Maaf

0
254
Bertempat di Unit PPA Polres Malang Kota, wanita ini meminta maaf karena telah mendorong anaknya keluar mobil

MALANG, LINDUNGIANAK.COM – Video ibu yang mendorong anak keluar mobil hingga viral di jejaring sosial membuat sang ibu angkat bicara. Ia meminta maaf kepada masyarakat atas sikapnya terhadap sang anak.

Peristiwa kekerasan pada anak ini damai. Si ibu berinisial KH alias Wati itu telah mengaku bersalah. Ia mengaku khilaf karena sang anak tidak mau berangkat mengikuti bimbingan belajar. Begitu pula dengan si perekam video yang mengunggahnya ke media sosial, akhirnya tidak sampai dipidana.

“Kasus sudah clear,” kata Kapolres Malang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Asfuri, Jumat 29 Maret 2019.

Kasus itu bermula saat KH menjemput putrinya untuk ikut bimbingan belajar tapi tidak membawa baju ganti untuk putrinya. Si anak sempat dua kali disuruh turun dari mobil, sampai akhirnya dipaksa turun hingga si anak ini jatuh, karena tetap tidak mau ikut bimbingan akhirnya kembali masuk mobil. 

“Ibu itu mengaku khilaf, kenapa emosi karena bila pulang ganti baju nanti lesnya terlambat. Akhirnya dia minta maaf,” ujar Asfuri.

Dia juga mengungkapkan KH lolos dari jeratan Undang-undang KDRT karena tidak ada laporan masuk ke Polres Malang Kota. Pihaknya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga telah memeriksa psikis anak.

BAJA JUGA :   Ajukan Judicial Review, KPAI Kaji Batas Usia Menikah Perempuan

“KDRT itu delik aduan, Unit PPA telah memastikan anak tidak trauma. Si ibu dan si anak juga sudah baikan. Tidak ada trauma. Dan kami dari polisi meminta ibu membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya,” ujar Asfuri.

Selain mengidentifikasi KH, Polres Malang Kota telah mengidentifikasi pengunggah pertama video itu ke media sosial. Tim Cyber telah berhasil mengidentifikasi identitas pengunggah. Alasan utama pengunggah agar video itu diketahui oleh publik dan ditindaklanjuti oleh polisi.

“Soal pengunggah, kita tidak melakukan proses hukum yang bersangkutan. Alasan yang bersangkutan menyadari itu tindak pidana di video dan di-upload lah. Kita sudah komunikasi dengan pengupload, tidak ada masalah,” tutur Asfuri.

BAJA JUGA :   Cabuli Siswanya 3 Kali, Oknum Kepsek Ditangkap

Asfuri mengatakan, Unit PPA telah melakukan pendampingan ke si anak. Hasilnya si anak tidak trauma justru si anak meminta maaf ke ibunya karena membandel. Selain itu, Polres Malang Kota mengimbau warganet untuk menghapus semua video itu. Sebab, dikhawatirkan membuat si anak justru malu dan trauma.

“Pendampingan dari PPA tidak ada trauma, dia anak pertama dari dua bersaudara. Kalau bisa yang tahu yang punya video dihapus saja. Kasihan terus kalau viral nanti ketakutannya si anak bisa trauma,” kata Asfuri.

KPAI Sesalkan Sikap Siibu

Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI sangat menyesalkan kejadian video viral seorang ibu yang melakukan kekerasan fisik dan psikis kepada putrinya.

”Tidak selayaknya seorang ibu melakukan kekerasan hingga terjadi tarik menarik kepada putrinya, bahkan putrinya sampai terjatuh keluar,” ujar Rita Pranawati MA, Wakil Ketua KPAI  dalam rilis yang diterima lindungianak.com.

BAJA JUGA :   Nasib Perempuan di Sumbar Memilukan

Rita menegaskan kekerasan bukanlah solusi ketika orang tua mengalami kebuntuan dalam mengasuh. Kekerasan dalam pengasuhan justru menimbulkan trauma pada anak.

”Anak merasa diabaikan, ditelantarkan, dan tidak dihargai harkat martabatnya. Tidak mudah pula bagi anak untuk membangun kepercayaan kepada orang tua paska kejadian ini,” terang Rita.

Saat ini orang tua anak telah meminta maaf atas kejadian ini. KPAI telah berkoordinasi dengan Kanit PPA Malang dan pihak-pihak terkait untuk proses pemulihan anak dan orang tua.

”Pemulihan relasi orang tua dan anak akan sangat penting bagi kelanjutan pengasuhan di masa yang akan datang,” kata Rita.

Bagi masyarakat, jika melihat hal-hal kekerasan terhadap anak, KPAI mengimbau untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwenang. Semoga, tidak ada lagi kejadian seperti video tersebut.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here