KPAI Mengapresiasi Kemdikbud Sederhanakan UNBK di Wilayah Bencana

0
200
Pelaksanaan UNBK SMA di salah satu daerah terdampak bencana

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  jenjang SMA berlangsung mulai, Senin, 1 April 2019 dengan mata uji Bahasa Indonesia. Dari monitoring yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), secara umum UNBK jenjang SMA pada hari pertama berjalan lancar, meski ditemukan sedikit kendala di beberapa sekolah.

Diantara permasalahan yang muncul saat ujian berlangsung diantaranya ada teknisi ganti yang panik ketika ada masalah koneksi di jaringan sekolah. Namun masalah ini kemudian dapat diatasi dengan baik. UNBK jenjang SMA ini berlangsung selama 4 hari (1 April, 2 April , 4 April dan 8 April 2019) diharapkan berjalan lancar.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selain melakukan pengawasan, juga menerima pengaduan terkait pelaksanaan UNBK tahun 2019.  Hasil pengawasan dan pengaduan masyarakat dari   pelaksanaan UNBK  jenjang SMK dan SMA yang berhasil dihimpun KPAI  adalah sebagai berikut:

BAJA JUGA :   KPAI dan KPAD Ajukan Judicial Review UU Perlindungan Anak

Pertama, Soal UNBK mata uji Bahasa Indonesia di wilayah terdampak bencana  berdasarkan kesaksian para  peserta ujian  di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diakui mudah dan lebih sederhana. Selain itu, materi soal juga  menyesuaikan dengan batas materi yang mampu diselesaikan sekolah-sekolah darurat di wilayah terdampak bencana.

Sehubungan dengan hal ini,  KPAI menyampaikan apresiasi kepada Kemdikbud RI yang sudah mengakomodir masukan dari berbagai pihak, termasuk KPAI terkait materi soal UNBK di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

‘’Materi harus disesuaikan dengan materi yang mampu diselesaikan siswa dan guru di sekolah-sekolah darurat, mengingat proses pembelajaran di sekolah-sekolah darurat  kurang kondusif,” ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang Pendidikan dalam pers rilis KPAI yang diterima lindungianak.com, 1 April 2019.

BAJA JUGA :   Explaining Straightforward Methods For Top beauty brides
Retno Lisyarti

Sementara soal UNBK mata uji Bahasa Indonesia menurut pengakuan  salah satu siswi SMK swasta di Jakarta Pusat, soalnya dikeluhkan panjang-panjang dan butuh waktu lama untuk membaca dengan seksama agar memahami bacaan dan menjawabnya. Padahal, Siswi tersebut ranking satu di sekolahnya selama 5 semester.  DKI Jakarta memang bukan wilayah terdampak bencana. Pengakuan siswa ini hanyalah sebagai perbandingan saja.

Ada satu siswa dari SMK Negeri di Jakarta Pusat menilai bahwa mata uji UNBK yang paling sulit baginya adalah matematika. Banyak soal  Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau soal dengan kemampuan analisis tinggi.

Kedua,  keluhan dekatnya waktu pelaksanaan antara USBN dengan UNBK. Berdekatannya waktu pelaksanaan antara USBN dan UNBK dikeluhkan guru dan siswa dari beberapa daerah, seperti   DKI Jakarta, Lombok, Bima, Medan,  Jogjakarta dan Bekasi.

BAJA JUGA :   Kekerasan Anak Semakin Marak, KPAI Catat 4.164 Kasus

‘’ Waktu yang sangat berdekatan mengakibatkan para siswa tidak memiliki jeda waktu minggu tenang. Mereka merasa seperti diburu waktu, tidak sempat istirahat dan refreshing  untuk mempersiapkan mental,’’ kata Retno.

USBN berlangsung tanggal 23-30 Maret 2019 lalu, sementara UNBK berlangsung tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2019.  “Aktivitas yang berdekatan ini berdampak pada kondisi memecah konsentrasi siswa,” menurut salah satu guru SMA swasta di Jakarta Timur.

Ketiga, keluhan sarana dan prasarana UNBK di berbagai sekolah di daerah yang minim dan pembiayaan UNBK yang sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. * (redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here