Pelaksanaan UNBK Masih Terkendala Kekurangan Komputer

0
189
Pelaksanaan UNBK SMA/SMK pada hari pertama yang berlangsung Senin (1/4/2019)

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM- Permasalahan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) masih ditemui di banyak sekolah  SMA dan SMK yang mulai dilaksanakan sejak Senin (1/4/2019) dan berlangsung selama 4 hari.

Terkait keluhan sarana, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti  mengungkapkan masih ditemuinya permasalahan kekurangan komputer yang digunakan untuk UNBK di jenjang SMK dan SMA .

‘’Akibatnya sekolah dan panitia UNBK harus pontang-panting mencari pinjaman komputer ke sekolah-sekolah sekitar yang kadang jaraknya bisa berbeda kecamatan,’’ ujar Retno dalam pers rilis yang diterima lindungianak.com, Senin malam (1/4/2019).

Ada ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan di daerah yang dikuatkan dengan edaran. Dimana UNBK tahun 2019 diterapkan resource sharing untuk  mengatasi kekurangan komputer di sekolah.

BAJA JUGA :   Berikan Efek Negatif, KPAI Minta Orangtua Awasi Anak Bermain Game Daring

‘’Namun pihak Dinas Dikbud/UPT tidak  terlibat dalam implementasinya, justru sekolah yang harus kerja keras mencari pinjaman komputer,’’ lanjut Retno.

Panitia UNBK di juga dipusingkan dengan pembiayaan akibat dari peminjaman tersebut yang sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Biaya angkut peminjaman dan mengembalikan kembali misalnya bisa mencapai Rp 1.500.000,- (satu juta limaratus ribu rupiah), namun tidak bisa dibayarkan dengan menggunakan dana  BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Kekurangan komputer dialami misalnya oleh SMA Negeri di Kabupaten Bima, dari kebutuhan 80  unit komputer, sekolah hanya memiliki 27 unit komputer. Sisanya sebanyak 33 unit harus meminjam ke sekolah terdekat, yaitu ke salah satu  SMP Negeri Monta sebanyak 25 unit, dan di SMP  Negeri Parado  sebanyak 18 unit, serta masih meminjam lagi 10 unit laptop ke para guru di SMA Negeri yang bersangkutan.

BAJA JUGA :   Gadis SMP Lakukan Aksi Heroik Tabrak Pelaku Jambret

Kekurangan komputer juga dialami salah satu SMAN di Gunung Sari, Lombok Tengah,  kebutuhan sebanyak  90 unit PC, sekolah hanya memiliki 58 unit, dan kekurangan sebanyak 32 PC terpaksa pinjam ke SMKN terdekat di Batulayar.

Kekurangan komputer juga dialami oleh SMAN unggulan di Jakarta Utara, dengan jumlah siswa sebanyak   359 orang dengan  UNBK  terdiri atas  dua sesi  harus menggunakan 5 laboratorium komputer, dimana  satu ruang  terdiri atas 40 komputer. Kekurangan komputer di sekolah ini adalah sebanyak 72 unit  atau 2 (dua) laboratorium.

BAJA JUGA :   Kabur dari Rumah, Dua Gadis Remaja Jadi Korban Pencabulan 3 Orang Pria Baru Dikenal

‘’Beruntung komite sekolah ini menyewakan 80 unit untuk mengisi 2 laboratorium komputer, jadi tidak menggunakan biaya dari sekolah.  Lamanya penyewaan dimulai dari masa gladi bersih sampai 4 hari pelaksanaan UNBK. Inisiatif Komite Sekolah  mengumpulkan dana mandiri ini sudah berlangsung cukup lama, yaitu sejak 3 tahun lalu,’’ ungkap Retno. * (redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here