Berikan Efek Negatif, KPAI Minta Orangtua Awasi Anak Bermain Game Daring

0
138
Konferensi pers yang digelar KPAI terkait perlunya pengawasan game darling untuk usia anak.

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Untuk menghindari pengaruh game daring berkonten negatif pada anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat, terutama para orang tua dan guru untuk melakukan pengaturan penggunaan gawai atau smartphone bagi anak.

KPAI  menyelenggarakan focus group discussion (FGD) seputar efek negatif game online. Mulai dari kecanduan hingga kekerasan.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, game online juga memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang serta pembentukan karakter anak. Pihaknya pun merasa perlu untuk mengeluarkan beberapa pernyataan sikap terhadap permainan yang tidak ingin dirincikan tersebut.

“KPAI tentu saja mendorong kreatifitas anak bangsa untuk menciptakan game online berkonten positif yang dapat mendorong perilaku dan pembentukan karakter yang positif bagi anak,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).

Dia berkomitmen untuk berupaya melindungi anak dari game online negatif, meliputi pornografi, kekerasan, perilaku sosial menyimpang, hingga perjudian. “Kami menginginkan zero game onlineberkonten negatif bagi anak-anak Indonesia,” kata Susanto.

Menurutnya, Permen Kominfo 11/2016 tentang klasifikasi permainan interaktif elektronik dipandang tidak mampu menjawab kebutuhan perlindungan anak di era digital. Sehingga, perlu di-review kembali dengan lebih menitikberatkan pada komitmen perlindungan anak dari game online berkonten negatif.

“Perlu adanya penguatan regulasi terkait agar dapat melakukan filter terhadap keberadaan game berkonten negatif,” tegas dia.

Oleh karena itu, pengaturan penggunaan gadget bagi anak harus diberlakukan. Di antaranya mengontrol waktu penggunaan, durasi, lokasi, serta konten-konten yang dilihat atau dimainkan oleh anak.

“Serta melakukan kontrol dan pengawasan dalam rangka upata perlindungan anak dari berbagai konten negatif di ranah daring, termasuk dari game online berkonten negatif,” pungkasnya.

Komisioner Bidang Pornografi dan Perlindungan Anak KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan pengaturan ini meliputi waktu penggunaan, durasi, lokasi serta konten yang dilihat dan dimainkan anak.

“Orang tua juga hendaknya mengontrol dan mengawasi untuk melindungi anak dari berbagai konten negatif di ranah daring termasuk game daring berkonten negatif,” kata Margaret.

Meski demikian Margaret menegaskan kalau KPAI tak memukul rata semua game daring bisa memberi dampak negatif bagi anak.

Karena diakui bersama ada pula game daring yang memberikan pengaruh baik bagi tumbuh kembang anak dan pembentukan karakter anak.

“KPAI tentu saja mendorong kreatifitas anak bangsa untuk menciptakan game daring berkonten positif bagi perilaku dan pembentukan karakter yang anak,” ucap dia.

Di samping itu, KPAI berkomitmen untuk melindungi anak dari game berkonten negatif meliputi pornografi, kekerasan, perilaku sosial menyimpang, dan perjudian. “KPAI menginginkan zero game dari berkonten negatif bagi anak-anak di Indonesia,” ujar dia.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here