Kabur dari Rumah, Dua Gadis Remaja Jadi Korban Pencabulan 3 Orang Pria Baru Dikenal

0
230
Kapolsek Sagulung saat mengekspose kasus pencabulan yang dilakukan tiga lelaki terhadap dua ABG yang baru dikenalnya

BATAM,LINDUNGIANAK.COM – Ini peringatan bagi gadis remaja atau Anak Baru Gede (ABG) perempuan yang suka main kabur tanpa memikirkan resikonya. Dua gadis remaja di bawah umur di Kecamatan Sagulung Batam menjadi korban pencabulan tiga lelaki (satu diantaranya masih berusia di bawah umur) yang baru mereka kenalnya, Minggu (7/4/2019).

Kejadian itu berawal dari kekesalan salah seorang korban akan situasi keluarganya, sehingga memilih kabur dari rumah dan berakhir menjadi korban pencabulan. Hal naas ini, terjadi pada hari Minggu (7/4/2019) kemarin, saat kedua ABG itu meninggalkan rumah dan menginap di tempat orang yang bar dikenalnya.

Dua orang remaja yang masih berumur 14 tahun tersebut, sebut saja Mawar (14) dan Melati (14) lebih dahulu janjian bertemu dengan Amad (saksi) seorang pria yang baru dikenal melalui facebook messenger, Sabtu (6/4/2019) di SP Plaza, Batuaji.

Setelah bertemu, Amad sempat menyarankan kedua gadis belia itu untuk kembali pulang ke rumahnya. Namun karena kesal mereka menolak, dan Amad pun membawa kedua gadis remaja itu ke salah satu rumah makan di kawasan Perumahan Putri Hijau.

“Sesampainya di sana, mereka diperkenalkan dengan tiga orang (pelaku) temannya saksi,” ujar Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto saat gala ekspose, Selasa (09/04/2019) pagi ini.

Rumah makan tersebut akhirnya menjadi saksi kejadian, 2 gadis yang masih di bawah umur tersebut menjadi korban pencabulan tiga orang pria yang baru mereka kenal.

“Pelakunya tiga orang, satu masih di bawah umur, yakni Ww (16) dan Yp (20) dengan korbannya Mawar, dan satu pelaku lagi AD (23), korbanya Melati,” pungkasnya.

Tim Kepolisian Sektor Sagulung kemudian berhasil mengamankan 3 orang pelaku pencabulan tersebut, Selasa (9/4/2019).

Dari pengakuan salah seorang pelaku, Ww (16) dia menggarap Mawar, korban yang masih berumur 14 tahun tersebut bersama temannya Yp. Kepada pewarta mereka hanya mengatakan sebatas mencium dan meraba-raba.”Saya cium-cium saja,” kata Ww, singkat.

Sementara itu Ad (23), pelaku lainnya dikabarkan lebih nekat dalam melakukan aksinya, bisa dikatakan telah melakukan hubungan suami-istri.

“Satu lagi Ad (23), yang ini lebih nekat dan lebih jauh tindakan yang dilakukannya,” terang AKP Riyanto kembali.

Dua orang korban sempat menolak namun karena bujuk rayu pelaku, akhirnya terjadi juga.

“Pelaku akhirnya kita tangkap di rumah makan tersebut, pada hari Senin (8/4/2019) kemarin. Berawal dari laporan orang tua korban, yang mana anak mereka kabur dari rumah selama 2 hari,” paparnya.

Atas ulahnya tersebut, pelakupun dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak No-35 tahun 2014, pasal 76E Juncto 82 ayat 1 tentang perubahan atas UU No-23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here