Perkecil Risiko Anak Alami Kekerasan, Ajarkan Cara Melindungi Diri

0
51
Kenali perubahan sikap pada anak untuk mengenali apa yang terjadi pada anak agar terhindar dari kekerasan orang lain.

MEDAN, LINDUNGIANAK.COM – Belakangan ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat memprihatinkan. Apalagi jika kondisi ini korban atau pelakunya anak. Untuk mencegah hal ini, orangtua berperan penting memberikan rasa aman kepada anak.

“Ini yang menjadi tugas penting bagi kita. Sudahkah kita menyediakan ruang bagi anak, katakanlah ketika satu hari satu malam 24 jam, amankah anak di rumah pada 8 jam pertama. Ya, tentu di sini perlu pembelajaran di dalam rumah dari mulai orangtua,” kata Marhamah, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak PPPA Sumut kepada IDN Times Sumut seperti dikutip lindungianak.com.
Mitigasi
Mitigasi sosial kepada anak untuk mencegah terjadinya kekerasan
1. Orangtua juga harus peka ketika 8 jam anak tidak di rumah

Kemudian, lanjut Marhamah, orangtua juga harus peka ketika 8 jam anak tidak di rumah.

BAJA JUGA :   Bayi Kembar Siam Zakia Tanta Miliki Satu Jantung, hanya Satu yang Bisa Diselamatkan

“Apakah dia terhindar dari bullying, makanan yang tidak sehat, kemudian kekerasan fisik lainnya di sekolah,” ujar Marhamah.

“Nah, untuk menghindari kedua 8 jam pertama ini, perlu adanya pusat kreativitas anak, jadi anak tidak berada di rumah, tidak belajar di sekolah, tapi pemerintah menyediakan sarana ruang bermain ramah anak. Sehingga anak bisa berkreatitas dan berkreasi,” sambungnya.

2. Pentingnya peran orangtua untuk membentengi anak dari kekerasan

Selain itu, Marhamah juga menyampaikan bahwa pentingnya peran orangtua untuk membentengi anak dari kekerasan.

BAJA JUGA :   Modus Trafficking dan Prostitusi Anak Sulit Diidentifikasi

“Kekerasan tidak terjadi ketika anak tahu bagaimana dia melindungi dirinya sendiri, seperti itu,” tuturnya.

Namun, kalau melihat kekerasan pada perempuan usia dewasa, kita bisa buat pengaduan ke UPTD PPA unit layanan.

“Kalau untuk pencegahan, ini peran komunitas kemahasiswaan, lebih memberikan warna melalui peningkatan akhlak. Sehingga tidak terjadi kekerasan kepada mahasiswa sendiri,” ujar Marhamah.

Mitigasi sosial kepada anak untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak perlu diberikan orangtua dan gurucara melindungui
3. Perempuan juga harus menjaga diri dari hal-hal yang wajar dan yang tidak wajar ditampilkan

Tak hanya itu, menurut Marhamah, untuk meminimalisir kekerasan secara fisik penampilan, perempuan juga harus menjaga diri dari hal-hal yang wajar dan yang tidak wajar ditampilkan.

BAJA JUGA :   Tak Bayar SPP, Siswi Disuruh Push-up hingga Trauma

“Bagaimana kita bisa dihargai, mungkinlah secara fisik penampilan juga harus kita jaga. Kenapa terjadi kekerasan, karena memang situasi yang meminta kekerasan itu terjadi, ini kan menjadi salah,” ucap Marhamah.

“Lantas kita sendiri sebagai perempuannya, idealnya harus membatasi diri, mana hal-hal yang wajar yang harus kita tampilkan, mana yang tidak wajar. Intinya bagaimana kita membentengi diri untuk membatasi gaya hidup yang tidak sesuai dengan normatifnya kita,” pungkasnya.*(redaksi01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here