Anak Tiri Babak Belur Dihajar Ibu Tiri dan Teman Prianya

0
503
Selaput mata korban, AI, 11 tahun pecah akibat penganiayaan

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Kejamnya ibu tiri betul-betul dirasakan oleh AI, bocah lelaki berusia  11 tahun yang tinggal di Perumahan Hang Tuang , Batamcentre, Batam . Ia babak belur dihajar ibu tirinya, Suryati, hingga jaringan matanya pecah berdarah dan kepalanya bengkak-bengkak hingga demam.

Tidak hanya ibu tiri, seorang laki-laki yang dibawa ibu tirinya juga ikut melakukan penganiayaan. Selain dipukul, korban ditendang hingga terpental dan diseret oleh laki-laki yang belum diketahui identitasnya tersebut. Rencananya korban mau diikat dan dibawa dengan sepeda motor pelaku.

Hingga kini, kedua pelaku masih bisa bebas karena belum diciduk kepolisian meski sudah tiga hari dilaporkan kasus penganiayaan berat tersebut.

Kejadian menima AI terjadi Jumat sekitar pukul 15.00 WIB di Perumahan Hang Tuah Blok B 5 No 1 Batam. Saat itu ibu tirinya datang bersama seorang laki-laki untuk menjemput paksa AI belik ke kebun milik ibu tirinya tersebut yang berada di kawasan Duriangkang.

BAJA JUGA :   Psikolog KPPAD: Siswi Korban Bully Sangat Terganggu dengan Teriakan Lonte oleh Gurunya

AI tidak mau karena ia sering mendapatkan kekerasan di rumah ibu tirinya tersebut. ‘’Saya tidak mau diajak pulang karena saya takut dipukuli lagi. Mamak jahat, salah sedikit main pukul,’’ ujar AI kepada lindungianak.com, Senin (30/12/2019) siang.

Korban tidak berhasil dibawa pelaku, namun sekujur tubuhnya mengalami sakit-sakit. ‘’Mata saya perih dan kepala saya bengkak-bengkak,’’ tambah AI.

Saat penganiyaan berlangsung, warga banyak melihat kejadian tersebut. Namun tidak ada yang berani memberikan pertolongan karena main kekerasan dan pengancaman. Korban juga diancam termasuk pelaku akan datang lagi pada malam harinya. Pelaku tidak datang lagi sejak saat itu.

BAJA JUGA :   Pelaku Penganiayaan Balita hingga Tewas Menyesali Perbuatannya

Sejak setahun belakangan ini, AI tinggal bersama Ahmad Suroso di Perumahan Hang Tuah. Setahun yang lalu ibu tirinya dan AI pernah tinggal di ruko kawasan Batamcentre dan bertetanggan dengan Ahmad. Sejak saat itu, AI betah tinggal sama Ahmad yang saat ini memberikan perlindungan kepadanya.

AI ditinggalkan oleh ayah kandungnya di Batam bersama ibu tirinya. Menurut AI, ayah kandungnya sudah pulang kampung. Sementara ibu kandungnya tidak diketahui keberadaannya karena sudah 5 tahun lebih tidak berjumpa lagi.

Usai kejadian, Ahmad yang kini menjadi orangtua angkatnya membuat laporan ke Polres Barelang dan membawa korban visum di RS Budi Kemuliaan.

‘’Hingga saat ini belum ada tindak lanjut proses hukum dari kepolisian. Pelaku masih bebas,’’ ujar Ahmad kepada lindungianak.com.

BAJA JUGA :   Kesaksian Komisioner KPAI Beratkan Terdakwa Kasus Kekerasan Anak

Ahmad selanjutnya juga membuat pengaduan ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi  Kepri, Senin (30/12/2019).

‘’Saya sering lihat korban dipukul ibu tirinya tersebut hingga korban menangis dan memar. Namun kali ini kekerasannya lebih parah lagi,’’ ujar Ahmad.

Menerima pengaduan tersebut, Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan upaya advokasi ke Polres Barelang agar kasus tersebut jadi atensi pihak kepolisian, terutama di Unit Pelayana Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Barelang.

‘’Akan kita tindaklanjuti supaya kasus kekerasan pada anak ini menjadi atensi dan cepat diproses ,’’ ujar Erry kepada Ahmad.(redaksi01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here