Viral di Medsos, Anak Kecil Jadi Badut di Mall Batam Setelah Pulang Sekolah

0
2265
Badut anak yang bekerja menghibur pengunjung mall di salah satu mall di Batam.

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Heboh postingan di Twitter yang diunggah oleh @Nadaamurni di Kota Batam. Cuitannya di Twitter yakni terkait seorang bocah remaja yang menjadi badut di sebuah mall di Batam.

Cuitannya di Twitter di Retweets sebanyak 112 kali lebih hingga saat ini. Seperti dikutip lindungianak.com dari tribunbatam.com, postingan itu menceritakan kesedihanya melihat kondisi anak yang bekerja sebagai badut tersebut.

Cuitan @Nadaamurni bereisi tentang penasaran dirinya siapa orang di balik topeng badut itu.

Setelah mengetahui kalau dibalik topeng tersebut adalah anak kecil, iapun akhirnya mengatakan kalau selama ini dia sering ngeluh.

Ini bener2 nyentuh hati ku banget
Selama gw kerja dan jaga bazar dibawah tepatnya di tengah-tengah aula KEPRI MALL BATAM gw selalu perhatiin setiap mulai jam 4 sampai malam selalu ada badut, termasuk wekend jga, demi apa pun gw sepenasaran itu siapa sebenrnya orang yang didalam

Selma sebulan full gw jaga bazar toko gw baru kali ini gw liat isi dalem nya ternyata adik kecil masih SD, gw merasa malu dah kadang kalau suka ngeluh masalah kerjaan gw, nah gw baru ngeh kenapa setiap sore si badut baru dateng ternyata si adik harus sekolah dulu

Baru bisa dateng ke mall jadi badut

Buat siadik tetap semangat ya sayang, kamu anak yang baik dan punya semangat yang luar biasa semoga kamu selalu dalam lindungan Allah, sekolah yang rajin biar bisa tercapai cita2 kamu mau jadi polisi.

Buat kita semua yang masih ngeluh karna kerjaan kita, coba sejenak lihat ke bawah, bahkan masih banyak orang di luar sana yang mungkin menginginkan pekerjaan kita saat ini.

Postingan @Nadaamurni langsung dibanjiri komentar, banyak netizen yang mendoakan si badut kecil bisa sehat selalu dan diberikan banyak berkah walaupun bekerja susah payah untuk mencari rezeki.

BAJA JUGA :   Pasangan Kekasih Taruh Bayi di Jok Motor hingga Tewas Divonis 7 Tahun Penjara

Postigan tersebut juga di-tag dan dikirim warga ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri untuk memberitahu perihal tersebut.

Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan, anak bekerja sebagai bagut tidak masalah. Mungkin anak yang belum diketahui identitasnya tersebut ingin membantu ekonomi orangtuanya atau ingin mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Kegiatan tersebut bisa saja bagian dari pengembangan bakat dan minat anak sepanjang anak tersebut tidak merasa dieksploitasi pihak lain.

BAJA JUGA :   Komisi 4 DPRD Kepri Dukung Penguatan Anggaran KPPAD Kepri

Belum tentu itu masuk sebagai eksploitasi anak. Untuk mengetahui hal tersebut, KPPAD Kepri mengoordinasikan masalah anak yang bekerja sebagai badut tersebut  dengan KPPAD Batam untuk menjangkau dan melakukan assesmen kepada anak tersebut.

‘’Tujuannya untuk mengetahui apakah ada pelanggaran dalam mempekerjakan anak tersebut sebagai badut. Apakah pekerjaan tersebut berdampak pada pemenuhan hak-haknya yang lain seperti waktu anak untuk istirahat, sekolah dan sebagainya. Kalau ada unsur pelanggaran hak anak dan siapa yang melakukan maka tentu hal tersebut ditangani,’’ ujar Erry.(redaksi01)

BAJA JUGA :   KPPPAD Kepri Berikan Pembekalan pada Komisioner KPPAD Batam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here