Rafa Akhirnya Meninggal Menyusul Rafi, Kembar yang Alami Dehidrasi

0
658
Sikembar Rafa dan Rafi di Batam yang akhirnya meninggal karena dehidrasi dan hak pelayanan kesehatan yang terlambat terpenuhi.

BATAM, LINDUNGIANAK.COM- Kebahagiaan pasangan Samsuardi –  Dwi Setyaningsih warga perumahan Klaster Daun, Kelurahan Belian, Batamkota  benar-benar hilang setelah bayi kembarnya yang masih sempat bertahan hidup, Khairul Rafi (1 bulan),  akhirnya juga meninggal, Senin (6/1/2019).

Rafa meninggal menyusul saudara kembarnya, Rafi, yang sudah meninggal lebih dahulu pada  Sabtu (28/12/2019) pagi sekitar 05.00 WIB di rumahnya. Rafa saat itu dibawa lagi masuk ke IGD Rumah Sakit Elizabeth Batamcentre untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kembar Khairul Rafi dan Khairul Rafa meninggal karena  mengalami dehidrasi dan tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup karena faktor ekonomi keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat mengalami sakit kritis, usia sikembar laki-laki tersebut baru berusia 3 minggu. Korban Rafi meninggal setelah beberapa jam setelah dibawa pulang oleh kedua orangtuanya, Jumat (27/12/2019) karena faktor terkendala biaya dan tidak memiliki BPJS.

BAJA JUGA :   Kabur 4 Bulan, Hilda Gadis Cantik yang Menolak Tradisi Kawin Gantung Ditemukan

Dokter waktu menyarankan anak kembar tersebut tetap dirawat di RS sampai kondisinya membaik. Namun orangtuanya tetap membawa kedua anaknya pulang ke rumah karena tidak ada biaya.

Saat Rafi meninggal, saudara kembarnya satu jam kemudian juga mengalami kondisi kritis sehingga dilarikan lagi ke RS Elizabeth. Sejak masuk hingga meninggal, Rafa berada dalam perawatan intensif pihak RS Elizabeth Batamcentre.

Kritis dan meninggalnya anak kembar karena faktor lemahnya perlindungan hak kesehatan anak yang sebenarnya bisa di-cover oleh program Jaminan Kesehatan Nasional lebih awal atau sejak dilahirkan tersebut mendapatkan perhatian Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri.

BAJA JUGA :   Anak Jangan Kontak Erat dengan Pasien TB

Ketua KPPAD Provinsi Kepri Erry Syahrial ikut turun membantu  melaporkan dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait agar korban yang masih dirawat mendapatkan jaminan perawatan hingga sembuh dan biaya kedua sikembar tersebut ditanggung BPJS.

‘’Berkat bantuan RT, RW, Lurah Belian, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sudah bisa dibuatkan kartu BPJS dan biaya ditanggung BPJS,’’ ujar Erry.

Mestinya korban bisa diselamatkan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang merupakan hak setiap anak jikalau orangtua dan dibantu pihak lain lebih awal melaporkan permasalahan ini ke pihak terkait.

BAJA JUGA :   Ini Alasan Wali Murid Polisikan Guru yang Cukur Ngawur Anaknya

Erry berharap orangtua termasuk aparatur pemerintah tidak boleh lengah dalam pemenuhan hak-hak dasar anak yang salah satunya adalah hak kesehatan. Bila sangat lengah atau tidak ada upaya bisa dikategorikan melakukan penelantaran pada anak.

‘’Dalam revisi jaminan kesehatan nasional untuk usia balita juga sudah mengalami perbaikan dimana usia balita sangat diperhatikan dalam hal pelayanan kesehatannya, apalagi dalam kondisi darurat. Tinggal bagaimana orangtua dan masyarakat mengurusnya sehingga mendapatkan akses. Hal ini perlu disosialisasikan juga oleh Dinas Kesehatan,’’ ujar Erry. (redaksi01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here