Dua ABG Asal Depok Diduga Korban Trafiking Diselamatkan dari Bar Tanjunguncang

0
1415
L (15) dan A (15), dua ABG asal Depok yang diduga jadi korban trafiking saat diselamatkan di kantor Polsek Batuaji, Selasa (7/7/2020) malam.

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri memberikan apresiasi kepada Polres Barelang dan Polsek Batuaji karena bergerak cepat dalam mengungkap dugaan kasus trafiking dan eksploitasi seksual yang menimpa dua anak asal Depok, Jawa Barat, Selasa malam (7/1/2020).

Tidak butuh waktu terlalu lama bagi polisi. Dua ABG yang sedang disekap di bar Barcelsi, Tanjunguncang Batuaji Batam berhasil diselamatkan. Polisi juga mengamankan seorang pria yang masih berusia remaja yang membawa kedua ABG tersebut ke Batam dan mempekerjakannya di bar tersebut sejak Minggu (5/1/2020) hingga (7/1/2020).

Kedua remaja tersebut berinisial L (15) dan A (15).  Kedua anak baru gede ini sampai di Batam Minggu (5/1/2020)  lalu via Bandara Soekarno Hatta dibawa remaja laki-laki berinisial Ar.

BAJA JUGA :   Identitas Dipalsukan, 3 Remaja Jadi Korban Trafficking Dua Perempuan Dewasa

Diungkapnya kasus trafiking terhadap dua anak tersebut berkat pengaduian Na,  kakak korban yang berinisial L ke Kemensos RI di Jakarta. Berbekal komunikasi dengan adeknya via WA dari HP yang disembunyikan korban dari pelaku.  Korban juga mengirimkan peta lokasi tempat ia di sekap.

Kakak salah seorang korban tersebut  minta pihak Kemensos RI segera menyelamatkan adiknya yang sedang mengalami penyekapan di dalam sebuah kamar di dalam bar yang berada di daerah Tanjunguncang, Batuaji, Batam.

Kemensos RI berkomunikasi dengan peksos yang ada di Batam yang kemudian dilanjutkan ke Ketua KPPAD Provinsi Kepri Erry Syahrial. Atas dasar informasi tersebut, Erry Syahrial menghubungi pihak kepolisian yaitu Kasat Reskrim Polres Barelang Andri Kurniawan dan Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunte.

BAJA JUGA :   Things Won't Really like about Cloud Info and Things Will
Ar teman korban yang diduga membawa ke Batam dan mempekerjakan kedua korban.

Jajaran kepolisian yang dipimpin Kapolsek Batuaji, Kanit Reskrim Iptu Theo dan PPA Polres Barelang segera mencari lokasi tempat penyekapan. Tidak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian menemukan tempat tersebut.

‘’Sekitar satu jam kurang, Kapolsek Batuaji sudah menginformasikan ke KPPAD Kepri bahwa kedua korban anak remaja tersebut sudah diselamatkan dan pelaku ikut diamankan,’’ ujar Erry kepada lindungianak.com.

 Ingin Kerja Layak dan Enak

Na, kakak korban yang saat ini berada di Tangerang merasa bersyukur adiknya bisa diselamatkan dengan cepat, seakan tidak percaya.  KPPAD Kepri kemudian membagikan foto penyelamatan adiknya, bersama temannya yang turut menjadi korban trafiking.

BAJA JUGA :   KPAI Minta Polisi Ungkap Jaringan Trafiking di Bar Tanjunguncang

‘’Syukurlah adiknya saya dan temannya cepat ditemukan dan selamat. Saya khawatir ia tidak bisa ditemukan di Batam karena menjadi korban trafiking,’’ ujarnya.

Diungkapkan Na, adiknya pergi meninggalkan rumah Minggu (5/1/2020) dan menyampaikan ke ibunya mau berangkat bekerja ke Batam bersama laki-laki yang baru dikenalnya berinisial Ar (15). Ibu korban mau melarang, namun korban  sudah berangkat duluan ke Cengkareng naik pesawat.

‘’Kepada ibu, adik saya menyampaikan akan bekerja di Batam kerja layak dan enak. Ternyata dibohongi oleh teman laki-laki yang baru dikenalnya,’’ ujar Na.

Menurut cerita Na, adiknya selama ini susah diatur karena hanya diasuh seorang ibu. Sementara ibu dan ayah sudah bercerai sehingga perilaku adiknya agak bandel.(redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here