Terkait Kamatian Dua Anak Kembar, BPJS Batam Diminta Banyak Sosialisasi ke Masyarakat

0
882
Samsuardi saat membawa anak kembar terakhirnya yang meninggal untuk dimakamkan

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Kematian dua anak kembar di Batam, Khairul Rafa dan Khairul Rafi, disesalkan terjadi oleh beberapa pihak. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, pihak Puskesmas Belian, Batamkota menyayangkan kematian bayi kembar yang baru berumur sebulan tersebut.

Ketua KPPAD Kepri  Erry Syahrial,  yang melayat ke rumah duka, Senin (6/1/2020) pagi mengatakan, kasus kematian tersebut tidak seharusnya terjadi bila kondisi anak terpantau oleh pemerintah dan anak mendapatkan layanan kesehatan lebih awal.

‘’Orangtua bayi tersebut khawatir dengan biaya pengobatan yang mahal karena tidak memiliki BPJS sehingga agak terlambat membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Bila lebih awal kemungkinan korban masih bisa diselamatkan,’’ ujar Erry Syahrial.

‘’Dari pengakuan ayah korban diketahui bahwa istrinya melahirkan di salah satu klinik swasta di daerah Anggrek Sari, Batamcentre. Meskipun di klinik swasta mestinya terpantau oleh pemerintah  bagaimana kondisi bayi pasca dilahirkan,’’ ujar Erry

BAJA JUGA :   Masyarakat Demo Minta Guru Cabul Dipecat dan Dihukum

Dengan kondisi lahir di luar wilayah kerjanya, kelahiran dan perkembangan kondisi sikembar Rafa dan Rafi pasca dilahirlan tidak terpantau  oleh Puskesmas Belian yang memiliki tugas dan fungsi seperti itu.

Lurah Belian Kamarul Azmi, Kepala Puskesmas dan perangkat RW 14 Belian saat melayat ke rumah duka, Senin (6/1/2020).,

Dijelaskan Erry, klinik bersalin tempat sikembar tersebut dilahirkan seharus memantau perkembangan  tumbuh kembang bayi  tersebut dan mengedukasi orangtua memenuhi kewajibannya untuk mengurus hak kesehatan anaknya seperti BPJS dan selalu Jaminan Pembiayaan Persalinan (Jampersal) dari pemerintah.

“Apalagi ini keluarga ini termasuk keluarga rentan dengan pemahaman yang rendah.  Kita juga sudah mempertanyakan ke orangtuanya kenapa lamban membawa ke rumah sakit.  Bila orangtua lalai saat anak dalam keadaan darurat juga bisa masuk dalam penelantaran anak dan bisa diproses,’’ katanya. .

BAJA JUGA :   Anak Jangan Kontak Erat dengan Pasien TB

Pelayanan Jampersal sendiri meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir.

‘’Bila terjadi sesuatu dengan kesehatan bayi maka masih bisa dapat layanan dari program Jampersal,’’ tambahnya.

Nasib sikembar yang tidak tertolong bisa disebabkan kelalaian orangtua ditambah kurangnya sosialisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat oleh pihak yang terkait.

Dalam hal ini, Erry melihat fungsi sosialisasi soal layanan kesehatan yang mestinya dilakukan oleh pihak BPJS di Batam tidak jalan sebagaimana layaknya. Seharusnya, BPJS lebih banyak melakukan sosialisasi ke masyarakat sehingga masyarakat tahu dengan layanan kesehatan yang diberikan pemerintah, bagaimana cara mengurusnya.

‘’Termasuk BPJS harus mensosialisasikan ke masyarakat soal kenaikan tarif BPJS yang mulai berlaku di awal tahun 2020 ini,’’ pungkas Erry Syahrial yang juga mengikuti revisi kebijakan JKN terkait pelayanan anak di Jakarta tahun 2019 lalu.

BAJA JUGA :   Sudah Ada Anak Kecil Bertanya Apa Itu Prostitusi Online

Seperti diberitakan sebelumnya, anak kembar Rafa dan Rafi memang dibawa berobat oleh orangtuanya ke RS Elizabeth pada Jumat (27/12/2019). Namun kondisinya sudah kritis. Setelah beberapa jam di RS, kedua anaknya dibawa pulang lagi karena faktor biaya. Sabtu (28/12/2019) pagi Rafi meninggal, dan Rafa masuk RS lagi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Rafa akhirnya juga meninggal menyusul saudara kembarnya, pada Senin (6/1/2020). Kondisinya sempat membaik dan dibawa pulang. Namun beberapa jam kemudian drop lagi dan kembali dilarikan RS Elizabeth Batamcentre. Rencana mau dirujuk ke RS lain yang mempunyai alat untuk menanggani bayi tersebut urung dilaksanakan. Rafa akhirnya juga meninggal. Sikembar Rafi dan Rafa hanya bertahan hidup masing-masing dalam usia hanya 3 minggu dan 1 bulan.(redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here