Bocah 7 Tahun di Taput Disiksa Orangtua dan Pembantu, Kabur ke Hutan Sejauh 10 Km

0
86
Punggung Abyan Hazri Muhammad Ray penuh luka bekas kekerasan fisik.

TAPANULI UTARA, LINDUNGI ANAK.COM – Bocah berusia tujuh tahun, Abyan Hazri Muhammad Ray terpaksa memilih lari dari kediamannya di desa Sibaragas Toruan, Kecamatan Pagaran, Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara. Bocah putus sekolah ini lari ke hutan desa Lumban Motung karena tidak kuat menahan siksaan demi siksaan yang menimpa dirinya.

Akhirnya Abyan ditemukan warga dengan kondisi memprihatinkan. Di sekujur tubuhnya ditemukan banyak luka tanda telah kekerasan. Warga menyelamatkannya dan mempertemukannya dengan ayah kandungnya.

BAJA JUGA :   Tekan Angka Kekerasan Anak, Sekolah Didorong Akrab dengan Siswa

Berbagai perlakuan kasar bahkan tak manusiawi kerap dirasakan Abyan. Ayah tirinya Eben Pasaribu alias Tiger dan ibu kandungnya Yanti Mulyanis kerap menganiaya korban. Bahkan memukul kepala korban  hingga luka. Kekerasan ini juga dirasakan Abyan dari pembantu rumah Eben, Nuraini Sinaga dan Lambar.

“Aku tidur di bak mandi yang baru dibuat, makan pun kadang tak diberi,”ujar Abyan dengan polosnya

Siksaan lain juga kerap dirasakan Abyan. Badannya kerap dipukul menggunakan bambu berukuran gagang sapu hingga patah.

BAJA JUGA :   Media Mainstream dan Medsos Dilarang Publis Identitas Korban Anak

Bocah ini nekat lari sejauh sepuluh kilometer dari rumahnya menuju desa Lumban Motung. Saat ditemui, Abyan mengaku mendapatkan tindakan kekerasan hanya karena hal sepele. Bahkan Abyan pernah diberi makan kotoran ayam.

Sementara itu, abang Abyan, Fauzan Ray sengaja dipisahkan darinya agar ayah tiri dan dan ibu kandungnya leluasa menganiaya korban. Hal ini membuat ayah kandung Abyan Hasrizal Ray melaporkan kasus tersebut ke Polres Tapanuli Utara.

BAJA JUGA :   Tips Orangtua Kenali dan Hentikan Kekerasan pada Anak

Perpisahan antara orang tuanya ini seolah menjadi petaka bagi Abyan. Mulai penganiayaan, perlakuan tak wajar hingga tak diperbolehkan mengenyam pendidikan dialami bocah berusia tujuh tahun ini.

Hal ini pun memicu amarah bagi warga sekitar. Keluarga berharap, kasus ini segera menjadi perhatian bagi penegak hukum. Kini Abyan diamankan pihak keluarga di Kota Medan.(redaksi01)

Sumber: medanheadlines.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here