KPPAD Lingga Tangani 22 Kasus Anak dengan 36 Korban Sepanjang 2019

0
71
Lima orang Komisioner KPPAD Kabupaten Lingga.

LINGGA, LINDUNGIANAK.COM – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga sepanjang tahun 2019 menanggani sebanyak 22 kasus anak yang terjadi di Kabupaten Lingga yang melibatkan sebanyak 36 anak.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPPAD Lingga Encek Afrizal dalam rilis yang diterima lindungianak.com, Rabu (8/1/2020).

Dipaparkan Encek, dari jumlah 36 yang terlibat menjadi korban dalam kasus tersebut, masing-masing sebanyak 24 anak laki-laki dan 12 anak perempuan.

BAJA JUGA :   Inspirasi dari Nur Khalim, Guru yang Diejek dan Ditantang oleh Siswanya di Kelas

Diungkapkan Encek, kasus anak tertinggi yang terjadi di Lingga terjadi di lingkungan pendidikan yaitu 6 kasus. Kasus tersebut meliputi kekerasan pada anak di sekolah dan pelanggaran peraturan sekolah yang dilakukan anak atau siswa.

Salah satu kegiatan KPPAD Lingga saat melakukan sosialisasi perlindungan anak di Desa Sungai Raya, Lingga

Kemudian kasus kedua terbanyak yang dilaporkan masyarakat Lingga ke KPPAD Lingga adalah kasus anak yang terjadi di lingkungan keluarga. Kasus ini menyangkut pengasuhan anak atau hak asuh anak.  Jumlahnya ada 4 kasus.

Kasus pencabulan selalu ada tiap tahunnya di Lingga dan sepanjang 2019 lalu terjadi sebanyak 4 kasus. 3 kasus dengan pelaku orang dewasa dan 1 kasus pencabulan sesama usia anak.

BAJA JUGA :   Wakil Bupati dan KPPAD Lingga Turun ke Sekolah

Selanjutnya, kekerasan pada anak 2 kasus, anak berhadapan dengan hukum (ABH) menjadi saksi dan pelaku tindak pidana ada 2 kasus. Kasus lain yang dilaporkan, ditangani dan diawasi KPPAD Lingga adalah kasus menyangkut kesehatan anak, penelantaran anak, dan terkait pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang melibatkan anak.

Terkait proses hukum kasus pencabulan yang terjadi, Encek Afrizal mengatakan, sebanyak 3 kasus pencabulan/kekerasan seksual pada anak diproses secara hukum. 2 kasus sudah divonis hakim dan 1 kasus masih dalam proses peradilan.

BAJA JUGA :   KPPAD Imbau Tingkatkan Pengawasan Orangtua terhadap Anak Saat Berlibur

’’Semua anak tersebut kita sebut sebagai korban, baik korban dalam tindak pidana, korban pelanggaran hak-hak anak. Bahkan anak yang menjadi pelaku tindak pidana di sisi lain kita sebut juga sebagai anak korban,’’ pungkas Encek.(redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here